Berita, Timur Tengah

Tiga Kapal Tanker Diserang Proyektil di Selat Hormuz, Tak Ada Korban Tewas

Repelita.id

30 September 2026 20:10 WIB

Tiga Kapal Tanker Diserang Proyektil di Selat Hormuz, Tak Ada Korban Tewas
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Setidaknya tiga kapal tanker dilaporkan terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di Selat Hormuz pada Selasa, 29 September 2026.

Informasi tersebut diunggah akun Threads @nandxnandza pada Rabu, 30 September 2026, dengan mengutip laporan UKMTO terkait insiden terhadap kapal yang melintas di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan pertama, @nandxnandza menulis, “TERBARU:

🚢 Setidaknya TIGA kapal tanker lagi baru saja terkena serangan di Selat Hormuz.

Ledakan terdengar keras di Selat Hormuz. UKMTO mengeluarkan beberapa laporan yang terlambat. Salah satunya mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker yang sedang melintas menuju masuk ke jalur tersebut terkena proyektil yang belum diketahui asalnya.”

Pada unggahan berikutnya, akun tersebut menulis, “Laporan lainnya menyebut sebuah kapal tanker minyak mentah terkena proyektil serupa yang tidak diketahui asalnya di sisi kiri kapal (port side).

Ketiga insiden tersebut dilaporkan terjadi kemarin. Kapal mengalami kebakaran, tetapi api kemudian padam dan dilaporkan tidak ada korban tewas.

  • AA, UKMTO.”

UKMTO menyatakan salah satu kapal terkena proyektil yang diduga tidak dikenal saat melintas di Selat Hormuz, kemudian mengalami kebakaran yang berhasil dipadamkan, sementara seluruh awak kapal dilaporkan selamat.

Laporan terbaru UKMTO juga menyebut tiga kapal di Selat Hormuz terkena proyektil yang belum diketahui asalnya, termasuk sebuah kapal tanker minyak mentah.

Dalam unggahan terakhir, @nandxnandza menulis, “Sudah tahu di Selat Hormuz kawasan perang masih aja berani melintas ~”

Sementara itu, akun @benfouzii memberikan tanggapan, “..kl pihak bersengketa tidak mengakui itu serangan dari mereka dan dampak nya bs merugikan mereka..biasanya itu adalah "false flag ops". Israel zionis jelas mnghindari perdamaian di timur tengah.”

Pernyataan mengenai dugaan “false flag ops” dan tudingan terhadap pihak tertentu tersebut merupakan komentar pengguna media sosial dan tidak menjadi kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas insiden.

UKMTO menyatakan penyelidikan terhadap insiden masih berlangsung dan meminta kapal yang melintas di Selat Hormuz meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan aktivitas mencurigakan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung