Berita, Nasional

Tolak bubar, aksi mahasiswa blokade Jalan Pahlawan Semarang

Repelita.id

15 June 2026 21:19 WIB

Tolak bubar, aksi mahasiswa blokade Jalan Pahlawan Semarang
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Suasana di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, mendadak mencekam pada Senin (15/6/2026) petang.

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor DPRD dan Gubernur Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Demonstrasi yang berlangsung hingga malam hari tersebut memicu ketegangan antara massa aksi dengan aparat kepolisian yang bertugas di lokasi.

Para pengunjuk rasa sempat memblokir akses jalan raya sebagai bentuk protes, bahkan memilih bertahan meski telah mendapatkan peringatan dari kendaraan taktis.

Mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan, Negara Sedang Kritis Ayo Jangan Apatis, sebagai kritik tajam terhadap kondisi pemerintahan saat ini.

Ketua HMI Cabang Semarang, Muhammad Nabil Muallif, menegaskan bahwa aksi ini diikuti oleh sekitar lima ribu mahasiswa dari berbagai kampus.

Ia mengungkapkan, aksi ini diikuti dari seluruh aliansi seluruh mahasiswa Seluruh Semarang baik UKM maupun internal kampus.

Terkait tuntutan, ia membeberkan, aksi kali ini ingin menyuarakan soal buruknya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Prabowo harus evaluasi total MBG dan KDMP, kami rasa program itu merugikan dan turut melemahkan ekonomi, tegasnya.

Perwakilan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang, Septia Linasari, turut memaparkan lima tuntutan rakyat yang disuarakan dalam aksi tersebut.

Lima tuntutan itu berupa turunkan harga BBM dan stabilkan nilai rupiah, kembalikan TNI dan Polri ke fungsi yang sesungguhnya.

Serta evaluasi total MBG dan Kopdes, kembalikan tanah kepada kepemilikan rakyat, dan kelima adalah hentikan budaya KKN di pemerintahan.

Semisal tuntutan itu tidak terdengar oleh Prabowo maka kami akan melakukan aksi lebih besar lagi, ancamnya.

Situasi memanas saat polisi mulai melakukan tindakan tegas untuk membubarkan massa yang masih menduduki badan jalan hingga pukul 19.34 WIB.

Pengejaran dilakukan oleh petugas gabungan hingga membuat barisan mahasiswa tercerai-berai dan melarikan diri ke arah kawasan Pleburan.

Meski sempat terjadi aksi pengejaran, pihak kepolisian memastikan tidak ada peserta demonstrasi yang diamankan dalam peristiwa tersebut.

Tidak ada yang ditangkap, nihil yang ditangkap, ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung