Berita, Nasional

Tragedi Memilukan 5 Peserta Latsarmil Program Koperasi Merah Putih Tewas, Seleksi Nasional Disorot

Repelita.id

27 June 2026 22:16 WIB

Tragedi Memilukan 5 Peserta Latsarmil Program Koperasi Merah Putih Tewas, Seleksi Nasional Disorot
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Tragedi memilukan melanda Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia setelah lima peserta Latihan Dasar Militer meninggal dunia akibat penyakit kronis.

Novia Rahmadhani Sihotang menjadi salah satu korban yang mengembuskan napas terakhir, menyusul empat rekan lainnya yakni Anisa, Yonanda, Rifki, dan Nola.

ADVERTISEMENT

Para pemuda yang diproyeksikan manajer menjadi Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih justru pulang dalam keadaan tidak bernyawa.

Insiden ini mengungkap adanya kegagalan fatal dalam proses seleksi awal yang dilakukan oleh Panitia Seleksi Nasional terhadap para calon peserta.

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, pada Sabtu (27/6/2026), mengakui bahwa terdapat celah medis yang menyebabkan peserta dengan riwayat penyakit kronis lolos.

“Dari satlat setempat yaitu dari Halim Perdanakusuma langsung melakukan tracing kepada seluruhnya... Kemudian dilaksanakan klasterisasi dan tindakan kedokteran lebih lanjut,” ungkap Mayjen Ketut.

Selain kasus TBC, sebanyak 32 peserta lainnya terpaksa diangkat karena ditemukan dalam kondisi hamil saat menjalani masa karantina di barak.

Kondisi ini memicu kritik keras dari penulis Tere Liye yang menyoroti ketidakhadirannya logika dalam perancangan kurikulum pelatihan fisik yang sangat berat.

Ia menilai ketidaksesuaian antara metode seleksi administratif dengan materi latihan militer sebagai bentuk pengabaian terhadap akal sehat dan keselamatan peserta.

“Ketahuilah, anak-anak yang daftar jadi manajer koperasi merah putih ini kan saat seleksi tidak pernah dites lari… Lalu mereka disuruh ikut latihan militer? Duh Rabbi, ini tuh nyari penyakit,” kritik Tere Liye.

"Nyawa manusia itu dihargai dikit. Ini tuh bukan cuma soal 1, 2, 3, 4. Ini tuh soal akal sehat," lanjutnya melalui unggahan media sosial.

Publik kini mengungkapkan relevansi latihan militer fisik dengan tuntutan kerja sebagai manajer koperasi yang membutuhkan kemampuan manajerial ekonomi.

Evaluasi total terhadap program ini dianggap mendesak agar misi bela negara tidak kembali memakan korban jiwa karena kelalaian prosedur dasar. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung