Berita, Timur Tengah

Trump Blokade Selat Hormuz, Iran: Tak Ada Kapal Asing yang akan Aman

Repelita.id

14 April 2026 17:24 WIB

Trump Blokade Selat Hormuz, Iran: Tak Ada Kapal Asing yang akan Aman
Foto: Istimewa

Repelita Teluk Persia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan blokade total Selat Hormuz mulai Senin, 13 April 2026, namun Iran merespons dengan peringatan keras bahwa tak ada satu pun kapal asing yang akan aman di kawasan tersebut.

Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, dengan tegas menyatakan bahwa keamanan di Teluk Persia dan Laut Oman adalah untuk semua orang atau tidak untuk siapa pun.

ADVERTISEMENT

Kapal-kapal yang terkait dengan pasukan musuh tidak diizinkan melintasi Selat Hormuz, sementara Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan jalur strategis ini bahkan setelah krisis berakhir.

Jika keamanan pelabuhan Republik Islam terancam oleh blokade AS, maka tidak ada pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman yang akan tetap aman bagi kapal asing mana pun.

Komando Pusat militer AS (CENTCOM) sebelumnya mengumumkan akan memblokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran, termasuk semua pelabuhan di Teluk Arab dan Teluk Oman.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan kekecewaan melalui unggahan di platform X pada Senin, 13 April 2026, dengan menulis bahwa dalam pembicaraan intensif di Islamabad, Iran terlibat dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang.

Sumber:

@aragchi di X - unggahan 13 April 2026

"Cuitan: Tetapi ketika hanya beberapa senti saja dari 'MoU Islamabad', kami dihadapkan sikap maksimalisme, pergeseran tujuan, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang diambil AS. Niat baik menghasilkan niat baik. Permusuhan menimbulkan permusuhan."

Pasukan Garda Revolusi (IRGC) pada hari yang sama memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di Teluk dan Laut Oman yang akan aman setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade.

Komandan Angkatan Laut Iran Laksamana Shahram Irani menyebut ancaman Trump sebagai menggelikan karena para pria pemberani angkatan laut Iran terus memantau semua pergerakan tentara Amerika di wilayah tersebut.

Perundingan Islamabad yang berlangsung 21 jam antara delegasi AS dipimpin Wakil Presiden J.D. Vance dan delegasi Iran dipimpin Mohammad Bagher Qalibaf gagal karena tuntutan AS yang dianggap maksimalis.

Harga minyak mentah Brent langsung melonjak melewati angka 102 dolar AS per barel, sementara sekitar 1.900 kapal komersial masih tertahan di sekitar Selat Hormuz sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung