Repelita Jakarta - Geopolitik Timur Tengah memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melecehkan Pemimpin De Facto Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam forum ekonomi di Miami.
Trump dengan gaya bicaranya yang blak-blakan menyebut MBS tak menyangka harus menjilatnya demi menjaga kekuasaan.
ADVERTISEMENT
Pernyataan itu disampaikan Trump sebagai bentuk balas dendam atas sikap MBS yang dulu meremehkannya saat kalah pilpres 2020.
Dalam pidatonya Trump menegaskan bahwa kini MBS harus tunduk dan baik-baik kepadanya untuk mendapatkan perlindungan Amerika Serikat.
Analis geopolitik Tengku Zulkifli Usman menilai pernyataan Trump mencerminkan pandangan rendah Amerika Serikat terhadap pemimpin Arab.
Menurutnya meski negara Teluk telah memberikan dana besar mereka tetap dipandang sebagai pihak yang butuh perlindungan.
Tengku Zulkifli Usman menambahkan bahwa penghinaan ini akibat pemimpin Arab lebih mementingkan kekuasaan daripada harga diri bangsa.
Ia juga menyoroti bahwa dunia Islam kehilangan marwah karena model kepemimpinan Arab yang terlalu bergantung pada Barat.
Dibandingkan dengan Iran analis melihat Arab Saudi justru lebih rentan terhadap tekanan dan hinaan personal demi mempertahankan jabatan.
Tengku Zulkifli Usman memperingatkan bahwa memuja kepemimpinan semacam ini adalah kekeliruan besar.
Hanya orang awam yang jahiliyah secara politik yang masih memuja model kepemimpinan seperti itu. Apa yang dilakukan Trump adalah bentuk pelecehan yang memang layak diterima oleh mereka yang menggadaikan harga diri demi perlindungan semu.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok