Repelita Washington DC - Di tengah ancaman Presiden Amerika Serikat yang akan memblokade Selat Hormuz, Iran malah dikabarkan akan membatasi jumlah kapal yang melintas di wilayah tersebut tidak lebih dari 12 unit per hari dengan biaya yang berpotensi mencapai 2 juta dolar AS atau sekitar Rp34,2 miliar per kapal tanker raksasa.
Menurut laporan The Wall Street Journal, para pemilik kapal dari sejumlah negara tengah bernegosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran untuk dapat melintasi Selat Hormuz.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, sejumlah kapal yang diizinkan melintas harus melalui jalur yang telah ditentukan secara khusus serta memperoleh izin yang diperlukan dari pihak Iran.
Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan di tengah kabar buntunya proses negosiasi dengan Iran di Pakistan.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menuliskan bahwa AS akan mengambil tindakan terhadap setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran.
"Tidak seorangpun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas, setiap warga Iran yang menembak kita atau kapal-kapal damai akan DIHANCURKAN," tulis Trump seperti dilansir dari Reuters.
Tak hanya itu, Trump juga menyebut bahwa angkatan laut Amerika Serikat akan mulai memblokade Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut pasukannya bakal menerapkan blokade terhadap semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai Senin (13/4) pukul 10 pagi waktu AS.
Dalam pernyataannya di X, CENTCOM menyebut blokade tersebut akan diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Mereka juga memastikan pasukan AS tidak akan menghalangi kebebasan navigasi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dan dari pelabuhan non-Iran.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok