Berita, Internasional

Trump Perintahkan Penyelidikan Intensif atas Hilang dan Meninggalnya Ilmuwan Nuklir serta Antariksa AS

Repelita.id

18 April 2026 20:13 WIB

Trump Perintahkan Penyelidikan Intensif atas Hilang dan Meninggalnya Ilmuwan Nuklir serta Antariksa AS
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan penyelidikan atas serangkaian kematian dan hilangnya secara misterius sejumlah ilmuwan yang memiliki akses terhadap program strategis, termasuk riset nuklir dan luar angkasa.

Trump menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Kamis waktu setempat, seraya menegaskan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah karena menyangkut keamanan nasional.

ADVERTISEMENT

Saya baru saja keluar dari pertemuan mengenai hal ini, ini adalah hal yang cukup serius, ujar Trump di hadapan awak media.

Ia berharap rangkaian kejadian tersebut bersifat acak dan tidak terorganisir, namun demikian Trump menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara intensif dalam waktu dekat.

Saya harap ini acak, tetapi kita akan mengetahuinya dalam satu setengah minggu ke depan, beberapa dari mereka adalah orang-orang yang sangat penting, dan kita akan menelitinya dalam waktu singkat, kata Trump sebagaimana diberitakan RT pada Jumat, 17 April 2026.

Sejak tahun 2023, setidaknya sepuluh individu yang terlibat dalam penelitian tingkat lanjut dilaporkan meninggal dunia atau menghilang dalam kondisi yang belum terjelaskan secara resmi.

Kasus-kasus tersebut memicu beragam spekulasi di ruang publik, mulai dari dugaan spionase asing hingga isu sensitif terkait penelitian rahasia yang melibatkan teknologi canggih.

Salah satu kasus adalah hilangnya Steven Garcia, seorang kontraktor pemerintah di Kampus Keamanan Nasional Kansas City yang memproduksi komponen non-nuklir senjata nuklir AS.

Ia dilaporkan menghilang dari rumahnya di Albuquerque pada Agustus 2025 dengan meninggalkan barang-barang pribadi seperti telepon, dompet, dan kunci tanpa jejak yang jelas.

Kasus lain menimpa pensiunan Mayor Jenderal William McCasland, mantan komandan Laboratorium Penelitian Angkatan Udara di Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson.

Ia dilaporkan menghilang dari kediamannya di New Mexico pada Februari 2026, dan dalam laporan darurat istrinya menyebut McCasland berencana untuk tidak ditemukan.

Dua individu yang terkait dengan Laboratorium Nasional Los Alamos, yakni Anthony Chavez dan Melissa Casias, juga dilaporkan menghilang pada 2025 setelah meninggalkan rumah tanpa membawa barang-barang pribadi.

Di sektor antariksa, Monica Jacinto Reza, seorang direktur di Jet Propulsion Laboratory NASA, dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di California pada Juni 2025.

Sementara itu, dua ilmuwan lain dilaporkan meninggal dunia tanpa penjelasan rinci mengenai penyebabnya, yaitu Frank Maiwald dan Michael Hicks.

Tidak ada dugaan tindak kejahatan dalam kedua kasus tersebut, dan penyebab kematian hingga kini belum diumumkan kepada publik oleh otoritas setempat.

Kasus kematian juga menimpa Nuno Loureiro, direktur Pusat Sains Plasma dan Fusi MIT, serta Carl Grillmair, astrofisikawan Caltech, yang tewas akibat penembakan.

Di sisi lain, jenazah ilmuwan peneliti kanker bernama Jason Thomas yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan di sebuah danau di Massachusetts pada awal tahun ini.

Media juga melaporkan kemungkinan kasus lain yang melibatkan Amy Eskridge, ilmuwan yang disebut meneliti teknologi anti-gravitasi, ditemukan meninggal pada 2022 akibat luka tembak.

Mantan asisten direktur FBI, Chris Swecker, menilai rangkaian kasus ini perlu ditelusuri lebih lanjut karena seluruh kejadian tersebut terlihat mencurigakan.

Hingga saat ini, otoritas Amerika Serikat belum menemukan keterkaitan yang terkonfirmasi antara satu kasus dengan lainnya, dan penyelidikan masih berlangsung secara intensif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung