Berita, Nasional

Tudingan Londo Ireng Prabowo Diberitakan Koran Belanda, Judulnya: Apakah Indonesia Sedang Menuju Kebangkrutan?

Repelita.id

31 July 2026 21:38 WIB

Tudingan Londo Ireng Prabowo Diberitakan Koran Belanda, Judulnya: Apakah Indonesia Sedang Menuju Kebangkrutan?
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan publik mengenai pernyataan kontroversial Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung istilah londo ireng terhadap awak media, pengamat, serta lembaga swadaya masyarakat kini menjadi perbincangan hangat di panggung internasional.

Harian terkemuka asal Negeri Kincir Angin, De Volksrant, secara khusus mengangkat polemik tersebut ke dalam rubrik pemberitaan global mereka.

ADVERTISEMENT

Akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Berly Martawardaya, menjadi figur publik yang membagikan ulasan laporan media asing tersebut melalui akun media sosial pribadinya.

Beliau membagikan tangkapan layar artikel luar negeri itu lengkap dengan terjemahan teks dari bahasa Belanda ke bahasa Inggris menggunakan perangkat lunak penerjemah otomatis.

"Translate liputan tentang pidato Londo Ireng yang ditulis oleh Londo-Ora-Ireng di De Volksrant yang koran besar di Belanda by Grok dengan sedikit polesan," tulis Berly pada hari Jumat.

Liputan dari media Eropa tersebut mengangkat tajuk utama yang menyoroti arah perekonomian nasional saat ini.

Judul laporan itu secara terbuka mempertanyakan apakah Indonesia sedang berada di ambang jurang ancaman krisis finansial.

Media tersebut mengulas bahwa perekonomian nusantara sempat menghadapi berbagai tekanan, namun pihak istana secara konsisten memberikan penolakan keras.

Kepala negara bersikeras menyatakan bahwa indikator pertumbuhan ekonomi domestik masih bertahan pada angka yang kokoh.

Sorotan global ini juga merunut kembali momentum ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik pada perayaan akbar hari lahir Partai Kebangkitan Bangsa.

Agenda penting tersebut dipusatkan di Jakarta International Convention Center pada hari Kamis tanggal 23 Juli tahun 2026.

Di hadapan para kader, presiden sempat memaparkan program prioritas terkait instruksi perbaikan fasilitas sekolah yang rusak.

Pemerintah menargetkan peremajaan fisik bangunan sekolah dapat merampungkan lebih dari seratus ribu unit pada tahun 2027 mendatang.

Kendati demikian, kepala negara melayangkan kritik terhadap sejumlah media massa yang gemar mengekspos kondisi fasilitas belajar yang belum tersentuh renovasi.

Padahal, kubu istana mengklaim bahwa puluhan ribu satuan pendidikan telah berhasil diperbaiki secara bertahap.

"Ada juga media yang walaupun kita sudah perbaiki 67.000 sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki," ujar Prabowo.

Beliau menilai bahwa potret kerusakan infrastruktur tersebut kerap sengaja dipajang secara mencolok pada halaman utama pemberitaan.

Meskipun demikian, pimpinan tertinggi pemerintahan itu memilih untuk menyimpan identitas media yang dimaksud.

"Aduh. Dia kita kita nggak ngerti. Saya nggak sebut lah media mana itu, pada saatnya akan saya sebut," imbuhnya.

Pemerintahan saat ini mengeklaim tetap menjunjung tinggi prinsip kebebasan berpendapat di tengah sistem demokrasi yang berjalan.

Namun, kepala negara menyayangkan eksistensi segelintir elemen lokal yang dituding gemar mementingkan agenda pihak luar.

Penyebutan istilah londo ireng dihidupkan kembali untuk melabeli kelompok yang dinilai hobi menyebarkan narasi pesimistis terkait masa depan negara.

Jika pada masa perjuangan istilah itu disematkan kepada pihak pribumi yang bersekutu dengan kolonial, kini maknanya bergeser ke dalam ranah profesi kontemporer.

"Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, apa itu LSM," papar Prabowo.

Pemerintah secara khusus menyoroti narasi kebangkrutan negara yang secara berkala digaungkan oleh para pengamat ekonomi serta aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Ramalan kejatuhan ekonomi nasional yang disuarakan setiap bulan tersebut dipastikan tidak pernah terwujud.

"Jadi saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia kolaps. Bulan April lewat nggak kolaps, Mei lewat nggak kolaps, bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps," ucapnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung