Berita, Nasional

Ubedilah Badrun: Rocky Gerung Bersembunyi Sebagai Antek Prabowo

Repelita.id

14 September 2026 15:54 WIB

Ubedilah Badrun: Rocky Gerung Bersembunyi Sebagai Antek Prabowo
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pengamat politik sekaligus Deklarator Barisan Oposisi Indonesia, Ubedilah Badrun, memberikan kritik tajam terhadap perubahan sikap Rocky Gerung yang dinilai tidak lagi kritis terhadap pemerintahan saat ini.

Melalui perbincangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV pada tanggal 14 September 2026, ia menilai sang akademisi sengaja membangun narasi tertentu demi melindungi posisi politiknya di masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Ubedilah Badrun memandang tindakan tersebut sebagai upaya untuk menepis anggapan publik yang menyebutnya sebagai bagian dari kekuasaan.

Pernyataan ini muncul setelah terjadi perdebatan hangat di ruang publik mengenai kredo yang kerap disampaikan oleh Rocky Gerung.

Dalam diskursus yang berkembang, Rocky Gerung sempat menyatakan dukungannya karena menganggap Presiden Prabowo Subianto sedang menerapkan konsep ideologi sosialisme di Indonesia.

Menurut pandangan Ubedilah Badrun, argumen yang dibangun oleh rekan sesama intelektualnya itu tidak sepenuhnya berjalan di atas landasan fakta yang benar.

Ia menilai ada kekeliruan besar dalam kesimpulan tersebut karena corak pemerintahan yang ditunjukkan selama dua tahun terakhir justru lebih menonjolkan aspek militerisme.

"sosialisme dalam tafsirnya Rocky tentang eh Prabowo itu nampaknya Rocky terjebak dalam kognisi ketika Prabo masih muda mestinya seorang Rocki gurung melakukan kritik kepada praktik-praktik militarisme fasisme kekerasan dan sebagainya karena itu yang ditolak oleh sosialisme demokratis narasi itu menunjukkan tesisnya Riigung salah posisi Prabowo itu masuk kategori sosialisme utopia sosialisme ilmiah heh atau sosialisme demokratis atau sosialisme borjuis wajah munafik dari sosialisme begitu aneh kalau kemudian hanya gara-gara membuat MBG begitu lalu membuat koperasi merah putih itu dianggap sebagai wajah sosialisme," ujar Ubedilah Badrun.

Lebih lanjut, diskursus mengenai orientasi ideologi sang presiden dinilai menjadi kabur akibat inkonsistensi narasi yang dilemparkan kepada kelompok masyarakat yang berbeda-beda.

Hal ini diperkuat oleh rekam jejak digital sang kepala negara saat berbicara di hadapan para pelaku usaha dan konferensi internasional pada pertengahan tahun lalu.

Dalam forum Forbes Global CEO Conference pada Oktober 2025, kepala negara secara terbuka mengakui mengambil jalan tengah dengan mengombinasikan kelebihan dari sistem sosialisme murni dan kapitalisme murni demi mengatasi ketimpangan.

Langkah diplomasi dan pilihan kebijakan ekonomi yang diambil oleh jajaran kabinet saat ini dinilai Ubedilah Badrun cenderung goyah dan tidak mencerminkan ideologi yang kokoh.

Kondisi sosiopolitik ini juga berdampak pada para aktivis serta tokoh pemikir sosialis yang memilih masuk ke dalam pusaran kekuasaan dalam dua tahun belakangan.

Ubedilah Badrun melihat keputusan para aktivis tersebut sebagai pilihan rasional yang pragmatis, yang pada akhirnya akan berbenturan dengan struktur kekuatan besar yang mendominasi pemerintahan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung