Repelita Jakarta - Unggahan Hilmi Firdausi pada 7 September 2026 menjadi sorotan setelah ia menyampaikan pernyataan singkat yang kemudian memancing beragam tanggapan dari pengguna media sosial.
Melalui akun @Hilmi28, Hilmi menulis:
ADVERTISEMENT
βTak bisa berword word lagi saya πβ
Unggahan tersebut tercatat telah memperoleh 6.691 tayangan dan kemudian dikutip serta ditanggapi sejumlah akun lain dengan beragam sudut pandang.
Salah satu respons datang dari akun @Balistta yang mengaitkan pembahasan tersebut dengan fenomena teori konspirasi yang pernah ramai pada masa pandemi Covid-19.
Ia menulis:
βDulu zaman covid19 ada seorang ahli pernah bilang, orang yang sudah termakan teori konspirasi itu gak bisa dinasehati apalagi di debat, tapi di iyakan sesuai pemikirannya lalu biarkan dia mabuk. Kalaupun ingin meluruskannya gunakan cara "Truth Sandwich"β
Komentar lain disampaikan akun @VirdizaNo yang menyoroti keterlibatan Majelis Ulama Indonesia dalam memasarkan buku yang disebutnya berkaitan dengan Prabowo.
Ia menulis:
βYang Lucunya lagi. Gerombolan MUI menjadi marketing bukunya si wowo. Ente termasuk didalamnya tidak bro?β
Sementara itu, akun @SGunasa memberikan komentar bernada keras terkait kondisi sosial dan politik di Pulau Jawa.
Ia menulis:
βMemang harus di guncang total seluruh jawa biar kapok sekalian walau nanti imbasnya juga rakyat juga yang kenakβ
Akun @black_k00k33 kemudian menanggapi salah satu pernyataan yang sedang diperbincangkan dengan menulis:
βsi ulta levenia emang sukanya bikin pernyataan ngawurβ
Dua akun lainnya, @soson_marko dan @LangitMerah114, memberikan respons singkat berupa rangkaian emoji sebagai bagian dari percakapan di kolom komentar.
Akun @soson_marko menulis:
βπππβ
Sedangkan akun @LangitMerah114 menulis:
βπππππ€£π€£π€£π€£β
Rangkaian respons tersebut menunjukkan bahwa unggahan singkat Hilmi berkembang menjadi percakapan yang mencakup isu teori konspirasi, buku yang dikaitkan dengan Prabowo, MUI, serta sejumlah pernyataan politik dan sosial.
Berbagai komentar yang muncul merupakan pandangan masing-masing pengguna media sosial dan tidak seluruhnya dapat dipastikan sebagai fakta tanpa adanya keterangan atau verifikasi dari pihak-pihak yang disebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Tak bisa berword word lagi saya π pic.twitter.com/Qa9Vd2haMx
— Hilmi Firdausi (@Hilmi28) September 7, 2026