Berita, Nasional

Unhas Jadi PTN Pertama Punya Dapur Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur

Repelita.id

29 April 2026 19:07 WIB

Unhas Jadi PTN Pertama Punya Dapur Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur
Foto: Istimewa

Repelita Makassar - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, secara resmi meresmikan dapur makan bergizi gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan, yang menjadi perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas tersebut.

Peresmian yang berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, menandai komitmen pemerintah untuk melibatkan dunia kampus secara langsung dalam implementasi program strategis nasional di bidang ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

ADVERTISEMENT

Brian menekankan bahwa perguruan tinggi tidak boleh lagi hanya menjadi penonton dalam berbagai kebijakan publik, tetapi harus turun tangan mengaplikasikan riset dan inovasi yang dimiliki.

"SPPG yang dibentuk di kampus tidak hanya mendukung program, tetapi juga dapat menjadi teaching factory. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa, penelitian, serta pengembangan lebih lanjut program MBG di masyarakat," jelasnya di SPPG Unhas Makassar.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tiga keunggulan utama yaitu teknologi, sumber daya manusia, dan inovasi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan program makan bergizi.

"Perguruan tinggi memiliki teknologi, SDM, dan inovasi yang sangat bermanfaat untuk pengembangan program Makan Bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga pelatihan dan bimbingan teknis," kata Dadan di lokasi yang sama.

Menurut Dadan, fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Universitas Hasanuddin merupakan yang pertama kali hadir di kampus Badan Layanan Umum Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum di kawasan Indonesia Timur.

"Ini yang pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur," ujarnya merujuk pada capaian signifikan Unhas dibandingkan kampus-kampus negeri lainnya di bagian timur Nusantara.

Sebelumnya, program serupa telah lebih dulu beroperasi di Institut Pertanian Bogor serta beberapa perguruan tinggi swasta seperti Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang mendirikan dapur MBG pada awal Januari 2025.

Dadan secara khusus menyoroti penggunaan teknologi reverse osmosis dalam sistem pengolahan air di dapur Unhas, yang membuat air hasil produksi langsung layak untuk diminum maupun digunakan dalam proses memasak.

"Airnya sudah melalui reverse osmosis, jadi aman untuk diminum dan memasak. Ini penting karena kualitas air sering menjadi faktor gangguan pencernaan," ungkapnya mengingatkan pentingnya standar higienitas dalam produksi pangan massal.

Selain itu, sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah yang terpasang di fasilitas tersebut juga dinilai sangat baik dan berpotensi menjadi model percontohan bagi daerah-daerah lain yang hendak membangun program serupa.

Dengan hadirnya SPPG di lingkungan kampus, mahasiswa Unhas kini memiliki kesempatan untuk melakukan praktik langsung, penelitian terapan, serta pengembangan metode distribusi pangan bergizi yang lebih efisien dan terjangkau.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung