Berita, Nasional

Uya Kuya Resmi Geser Eko Patrio Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta di Tengah Terpaan Isu Korupsi BGN

Repelita.id

28 June 2026 15:28 WIB

Uya Kuya Resmi Geser Eko Patrio Jadi Ketua DPW PAN DKI Jakarta di Tengah Terpaan Isu Korupsi BGN
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Surya Utama atau yang lebih dikenal sebagai Uya Kuya resmi menerima tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional DKI Jakarta.

Pelantikan tersebut berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (27/6/2026), di mana Uya didapuk menggantikan posisi seniornya, Eko Patrio, yang kini menjabat amanah sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat PAN.

ADVERTISEMENT

Viva Yoga, mewakili jajaran partai, menyatakan bahwa keputusan penunjukan ini didasarkan pada integritas serta komitmen yang kuat sang pesohor dalam upaya memperluas jangkauan partai di ibu kota.

Hari ini Ketua Umum DPP PAN Bang Zulkifli Hasan akan melantik Surya Utama alias Uya Kuya sebagai Ketua DPW PAN DKI Jakarta, ujar Viva, Sabtu (27/6/2026).

Rekam jejak Uya di dunia politik terbilang cukup mengesankan setelah dirinya berhasil melenggang ke Senayan pada Pemilu 2024 dengan perolehan suara yang signifikan di daerah pemilihan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri.

Namun, karir politiknya bukanlah tanpa hambatan, mengingat dirinya sering dihadapkan pada isu-isu kontroversial mulai dari tindakan di ruang sidang hingga keterlibatan dalam kasus korupsi di Badan Gizi Nasional.

Menangapi isu miring yang disebutnya dengan korupsi BGN, Uya secara tegas membantah segala bentuk fitnah yang menyudutkan dirinya tersebut.

"Astagfirullah, berita apa lagi ini? Baru dua bulan yang lalu saya kena gosip berita hoaks punya 750 dapur MBG, padahal satu dapur pun saya enggak punya, itu aja masih kena fitnah. Sekarang ini nama saya dibawa-bawa lagi, memangnya kalo enggak bawa nama saya enggak rame gitu yah?" ungkap Uya, Kamis (11/6/2026).

Ia menuturkan bahwa selama ini interaksinya dengan pihak Badan Gizi Nasional murni terbatas pada pelaksanaan fungsi kedewanan dalam menjembatani aspirasi masyarakat.

“Jangan sampai masalah kasus korupsi yang sebenarnya dikaburkan dengan sengaja menyeret nama-nama tokoh atau orang-orang yang justru tidak ada korelasinya dengan inti kasusnya, yang akhirnya justru menimbulkan polemik baru di masyarakat yang membuat orang jadi lupa sama masalah intinya, dan jangan sampai kasus korupsi bergeser menjadi isu politik,” tegasnya.

Uya mengaku telah menempa mentalnya untuk lebih bersabar menghadapi rentetan hoaks yang sering menyasar kehidupan pribadi serta keluarganya pasca-di dalam penjarahan rumah setahun yang lalu.

“Tapi kejadian-kejadian kemarin membuat saya lebih ikhlas, sabar dan tawakal menghadapi fitnah apapun. Saya percaya Tuhan punya rencana terbaik buat kami,” tutupnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung