Repelita Jakarta - Gelombang penolakan dari kelompok mahasiswa terhadap kebijakan politik nasional diprediksi akan segera beralih menjadi aksi nyata di jalanan dalam waktu dekat.
Rencana pergerakan massa dalam skala besar tersebut mulai dikonsolidasikan oleh aliansi pemuda melalui berbagai platform komunikasi publik.
ADVERTISEMENT
Informasi mengenai rencana aksi penyampaian pendapat di muka umum tersebut diunggah oleh akun @LiterasiRakyat pada tanggal 8 Oktober 2026.
Melalui takarir digitalnya, aliansi tersebut mengonfirmasi keterlibatan berbagai elemen pergerakan kampus terkemuka dalam kegiatan mendatang.
Pihak penyelenggara menuliskan, Unjuk rasa ke Gedung DPR RI pada tanggal 20 Oktober 2026 disuarakan oleh aliansi mahasiswa, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), serta BEM Universitas Indonesia (BEM UI).
Meskipun seruan aksi pemuda telah disebarluaskan, sebagian masyarakat di dunia maya merespons rencana demonstrasi tersebut secara pesimistis.
Sikap apatis serta pandangan miring mengenai efektivitas pergerakan massa turut membanjiri kolom komentar di platform komunikasi tersebut.
Kritik bernada kepasrahan atas situasi politik di dalam negeri disampaikan oleh pengguna akun @FreddyP67163 yang memberikan tanggapan.
Ia menyatakan, Percuma, sia2. Mereka sudah saling menjaga dan menguatkan satu sama lain. Sudah masa bodoh. Kita ratapi saja kesialan ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan. 😊🤭🙏
Kekecewaan serupa mengenai minimnya hasil akhir dari berbagai upaya penegakan hukum formal sebelumnya juga dilontarkan oleh netizen lain.
Pendapat bernada sangsi tersebut dituliskan oleh pengguna akun @salvatree69 yang menegaskan, Energi terbuang percuma .. dr puluhan pengacara tiada hasil dr dulu .. NOLL.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Jika Anda tak mampu berjuang dng harta atau ilmu, cukuplah hadir bersama. Kehadiran Anda adalah kekuatan moral bagi mereka yg siap mengorbankan waktu, tenaga, harta, bahkan jiwa demi bangsa dan negara. Karena perubahan tak selalu dimulai dari mereka yg paling kuat, tetapi dari mereka yg bersedia hadir ketika negeri membutuhkan suara rakyatnya.
— 𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾ (@LiterasiRakyat) October 8, 2026