Berita, Nasional

[VIRAL] Angkat Dua Anak Kandung Jadi Tenaga Ahli Kementerian, Kebijakan Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf Menuai Kecaman Kasus Nepotisme

Repelita.id

23 October 2026 22:58 WIB

[VIRAL] Angkat Dua Anak Kandung Jadi Tenaga Ahli Kementerian, Kebijakan Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf Menuai Kecaman Kasus Nepotisme
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang sorotan tajam dari kalangan masyarakat sipil kembali menerpa jajaran kabinet pemerintahan terkait dugaan praktik kedekatan keluarga di lingkungan kementerian negara.

ADVERTISEMENT

Persoalan tersebut mencuat setelah terungkapnya langkah penetapan administratif mengenai penunjukan posisi jabatan strategis di pos birokrasi keagamaan pusat belakangan ini.

Informasi seputar dugaan nepotisme di lingkungan institusi vertikal tersebut sebelumnya disebarluaskan oleh salah satu akun media sosial berbasis teks.

Unggahan bermuatan draf kecaman publik tersebut pertama kali dipublikasikan oleh nama akun @zumaahmd melalui postingan terbarunya.

Berdasarkan lembar berkas yang beredar, Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf kedapatan menetapkan kebijakan pengangkatan dua anak kandungnya sendiri sekaligus sebagai tenaga ahli.

Langkah penunjukan struktural tersebut diklaim berjalan atas dasar legitimasi hukum formal yang tertuang di dalam draf Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 2026.

"Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf, Mengangkat dua anaknya menjadi Tenaga Ahli Menteri Haji (@kemenhaj.ri) Berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 3 Tahun 2026. Gak Tanggung Tanggung, Dua Sekaligus‼️ Rakyat kebagian ampasnya. Astaghfirullah Nauzubillah Rakus amat Gus ‼️" tulis akun tersebut.

Dinamika polemik pengangkatan keluarga inti pejabat teras ini seketika membanjiri lini masa serta memicu gelombang respons yang sangat sengit dari warga net.

Para pengguna internet terpantau berbondong-bondong meluncurkan beragam komentar tertulis persis di bawah kolom komentar akun @zumaahmd pada Jumat, 23 Oktober 2026.

"Ada aja yang bikin marah setiap hari. Nggak masuk di nalar. 🤬" tulis akun @dna.diah meluapkan rasa kekecewaan mendalam atas realitas tata kelola birokrasi kementerian.

"Gimana gak mau emosi?!" tulis akun @zumaahmd selaku penulis asli unggahan memberikan balasan atas keresahan pengikutnya di dunia maya.

"GUS TAI" tulis akun @musthafa76 menyematkan ekspresi kekesalan emosionalnya secara singkat di dalam kolom interaksi digital.

"Mas @kiswinar infokan temennya dong 🤣" tulis akun @pulungarbi ikut memberikan seloroh bernada sindiran tertulis pada lini masa Threads.

"Beliau lagi makan siang" tulis akun @zumaahmd menanggapi gurauan dari pengguna internet lain secara santai.

"Dahnil @dahnil_anzar_simanjuntak mana nih. Woi biasanya lo ngebacot. Kok lo skarang kek kerupuk kena air. Cemen bgt lo." tulis akun @rvanwp.92 mempertanyakan ketegasan juru bicara pemerintah.

"👍" tulis akun @zumaahmd memberikan bentuk apresiasi berupa simbol jempol atas jalannya diskusi hukum kedinasan tersebut.

"Ini sudah keterlaluan... 😡 Aku usul sebaiknya Kementerian Haji dan Umroh dipimpin oleh seorang Pejabat Menteri Nonis. Pasti kinerjanya baik. Dari pada dijabat seorang Kyai atau "Gus" yg nepotisme parah." tulis akun @embie.ok.

"Nepotisme terang-terangan!!" tulis akun @si_ihai mengakhiri rangkaian komentar miring warga net pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Munculnya polemik ini kian mempertegas tuntutan publik yang mendesak penegakan sistem meritokrasi secara konsisten guna membersihkan institusi negara dari benturan kepentingan korporasi keluarga.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung