Repelita [Jakarta] - Program beasiswa riset pascasarjana dari The University of Melbourne, Australia, mendadak jadi sorotan luas di kalangan warganet Indonesia.
Skema bantuan pendidikan bertajuk Graduate Research Scholarships ini menawarkan pembiayaan penuh bagi mahasiswa internasional, termasuk mereka yang berasal dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
Keunggulan program tersebut mencakup seluruh biaya kuliah hingga tunjangan hidup bulanan bagi penerima beasiswa jenjang S2 maupun S3.
Informasi ini pertama kali mengemuka melalui unggahan media sosial Titik Nol English yang aktif membagikan peluang studi luar negeri.
“Dengan beasiswa ini, kamu bisa kuliah gratis dengan UKT Rp0 plus dapat tunjangan full. Tersedia 600 kuota, kamu bisa daftar tanpa batasan usia dan tidak wajib balik ke Indonesia setelah lulus,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Salah satu poin yang paling diminati adalah kebijakan kampus yang tidak menerapkan batasan umur bagi pendaftar serta kebebasan bagi lulusan untuk tidak kembali ke Tanah Air.
Pihak universitas menyediakan sekitar 600 kursi beasiswa setiap tahunnya, dengan batas akhir pendaftaran ditetapkan hingga 31 Oktober 2026.
Persyaratan utamanya meliputi kelengkapan dokumen riset serta sertifikasi kemampuan bahasa Inggris IELTS dengan nilai minimum 6,5.
Tawaran fantastis dari Australia ini kontras dengan kondisi pendidikan tinggi di Indonesia yang saat ini justru sedang menghadapi polemik kenaikan biaya kuliah.
Banyaknya kemudahan yang diberikan kampus asing memicu kritik tajam dari masyarakat terhadap minimnya akses pendidikan murah dan dukungan riset di dalam negeri.
“Ketika negara lain berlomba menarik talenta muda Indonesia dengan beasiswa penuh, di dalam negeri mahasiswa masih dipusingkan UKT dan biaya penelitian,” tulis salah satu komentar netizen.
Program ini sejatinya dirancang untuk mendukung riset akademik bagi mahasiswa internasional maupun domestik agar dapat mendalami bidang studi mereka di Australia. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok