Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Aziz Yanuar Duga Ada Keterlibatan Jokowi Dan BIN Dalam Operasi Terstruktur Peristiwa KM Lima Puluh

Repelita.id

26 October 2026 20:22 WIB

[VIRAL] Aziz Yanuar Duga Ada Keterlibatan Jokowi Dan BIN Dalam Operasi Terstruktur Peristiwa KM Lima Puluh
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dugaan adanya skenario sistematis di balik peristiwa bentrokan bersenjata yang merenggut korban jiwa di jalur bebas hambatan beberapa tahun lalu kembali mencuat ke permukaan pada hari Senin tanggal dua puluh enam Oktober tahun dua ribu dua puluh enamb.

Persoalan ini memicu perdebatan sengit di kalangan publik siber setelah seorang praktisi hukum membeberkan analisis terbarunya mengenai keterlibatan aktor penting negara.

ADVERTISEMENT

Informasi seputar perkembangan polemik penegakan hukum penembakan anggota laskar tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @neopolitika_id.

Melalui unggahan media sosial sekitar tiga jam lalu, dipaparkan pernyataan dari perwakilan hukum para korban mengenai adanya indikasi keterlibatan institusi pertahanan nasional.

Setiap sumber dari yuotube masukan nama kanal youtube-nya pada isi berita, nama pembicara tampilkan jangan jadi berita hoax tanpa pembicara.

Dalam tayangan podcast Forum Keadilan TV, Aziz Yanuar selaku kuasa hukum korban KM 50 menyampaikan dugaan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar bentrokan fisik spontan di lapangan, melainkan sebuah operasi yang terstruktur.

Pihak pembela melihat adanya benang merah yang mengarah pada instruksi dari pemegang komando tertinggi pemerintahan serta lembaga intelijen negara pada periode kejadian tersebut.

Dalam pemaparannya, ia menduga adanya keterlibatan pihak kepemimpinan nasional, dalam hal ini Presiden Joko Widodo pada saat itu, serta Badan Intelijen Negara (BIN).

Rangkaian tuduhan serius mengenai keterlibatan lingkar kekuasaan dalam kasus pidana itu seketika memantik beragam reaksi dari warganet di kolom komentar.

Seorang pengguna internet dengan nama akun @mulyati.nov78 menyampaikan rasa terima kasih sekaligus menceritakan kendala pembatasan konten digital yang dialaminya sekitar dua dua jam lalu.

Warganet tersebut memberikan komentar lengkap yang berbunyi, "🙂thx bang. Anda kuat sbg lawyer mereka. Banyak yg tau soal keterlibatan perintah Jokowi itu. Krn terlalu terang dan jelas..Krn hampir setiap akun yg bicara peristiwa ini dan setiap menyebutkan nama Habib, akunnya langsung dihapus meta Indonesia. Banyak yg alami terutama yg kritis.".

Di sisi lain, pembelaan terhadap reputasi mantan kepala negara juga disuarakan oleh pengguna media sosial yang menganggap tuduhan tersebut tidak mendasar.

Netizen pemilik akun @zanzanzanika memberikan tanggapan singkat sekitar dua jam lalu berupa kalimat sinis, "Jokowi lagi yg disalahkan.".

Sementara itu, anggapan bahwa isu ini merupakan komoditas politik dari kelompok terlarang dilontarkan oleh pengguna internet lain sekitar tiga jam lalu.

Pengguna akun @jhon_kelang menuliskan komentar bernada tuduhan berupa frasa pendek yang tertulis, "Gorengan HTI".

Analisis logis mengenai pola penyerangan hukum yang dinilai keliru apabila instruksi tersebut benar-benar berasal dari presiden turut diutarakan publik siber sekitar satu jam lalu.

Netizen dengan nama akun @herwimon memberikan pandangannya lewat ulasan berbunyi, "Kalau perintah jokowi kok yg incar pion² nya ... gak langsung skak mat".

Penilaian bahwa kelalaian eksekutif dalam menangani persoalan besar nasional berjalan beriringan dengan skandal lainnya juga dinyatakan warganet sekitar dua jam lalu.

Pemilik akun @andi_irwannn memberikan tanggapan pendek yang tertulis, "Memang, termasuk kahutla".

Kecaman emosional yang mengutuk tindakan kekerasan dalam tragedi berdarah tersebut menjadi ungkapan penutup dari jalannya diskusi di linimasa siber sekitar satu jam lalu.

Warganet dengan nama akun @burhanifbur hanya menuliskan satu kata ungkapan kemarahan di kolom komentar yang berbunyi, "Biadab...".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung