Repelita [Jakarta] - Pihak kepolisian melalui Bareskrim Polri memberikan penjelasan resmi menanggapi keraguan publik perihal insiden lumpuhnya aliran listrik di Pulau Sumatera.
Isu yang berkembang di tengah masyarakat sempat menyebutkan bahwa pemadaman massal tersebut merupakan hasil dari tindakan sengaja pihak tertentu atau sabotase.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan serangkaian penyelidikan mendalam yang dilakukan, pihak kepolisian memastikan bahwa kegagalan sistem kelistrikan tersebut murni dipicu oleh masalah teknis serta kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifudin memaparkan bahwa cuaca ekstrem yang melanda kawasan Jambi mengakibatkan terjadinya kerusakan pada kabel transmisi penyalur daya.
Nunung menegaskan temuan kabel yang terputus juga menjadi salah satu alasan kuat untuk mematahkan spekulasi liar terkait dugaan sabotase di Sumatera.
Temuan tersebut sekaligus menjadi bukti faktual guna meredam berbagai asumsi keliru yang sempat beredar luas saat gangguan listrik serentak terjadi.
Peristiwa mati lampu total ini tercatat melanda sejumlah provinsi besar seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Riau pada Jumat (22/5/2026).
Situasi geopolitik dunia yang tengah bergejolak membuat banyak pihak mengaitkan peristiwa tersebut dengan potensi gangguan keamanan di dalam negeri.
Namun, aparat kepolisian telah secara tegas membantah berbagai spekulasi mengenai sabotase setelah hasil investigasi di lapangan menyatakan hal yang sebaliknya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok