Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Blunder Hari Lahir Pancasila, Akun X BRIN Dihujat Netizen Usai Unggah Gambar Garuda Hasil AI Cacat Filosofis

Repelita.id

02 June 2026 22:27 WIB

[VIRAL] Blunder Hari Lahir Pancasila, Akun X BRIN Dihujat Netizen Usai Unggah Gambar Garuda Hasil AI Cacat Filosofis
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Momentum sakral perayaan ideologi nasional pada tanggal 1 Juni 2026 dinodai oleh kontroversi digital akibat kelalaian tim komunikasi dari lembaga riset tertinggi negara.

Jagat media sosial dihebohkan oleh langkah institusi keilmuan nasional yang memanfaatkan peranti kecerdasan buatan dalam memproduksi poster digital ucapan selamat.

ADVERTISEMENT

Nahas, visualisasi burung lambang negara hasil cetakan sistem pintar tersebut dinilai menabrak aturan baku baku serta menyimpang dari pakem historis aslinya.

Kegaduhan bermula ketika akun personal @senogp mengunggah bukti digital berupa tangkapan layar kiriman resmi dari instansi pemerintah tersebut tepat pada tanggal 1 Juni 2026.

Dokumen gambar tersebut memperlihatkan keanehan pada anatomi fisik burung garuda terutama kuantitas helai bulu yang meleset dari angka sakral proklamasi kemerdekaan.

"Makanya apa-apa jangan pakai AI anyink, mabok kan lu kaya wapres lu," kritik tegas akun @senogp.

Unggahan koreksi dari warga digital itu langsung menyebar luas hingga disaksikan oleh lebih dari dua puluh satu ribu pengguna platform komunikasi tersebut.

Banyak kalangan mengecam minimnya proses kurasi dan verifikasi internal dari sebuah badan inovasi sebelum melepas produk visual ke ruang publik.

Gelombang protes tak terbendung memenuhi kolom interaksi digital seiring kekecewaan publik atas kecerobohan instansi pemerintah dalam menjaga marwah simbol kedaulatan.

Akun @txttransportasi memberikan penilaian tajam mengenai ketidakakuratan bentuk fisik lambang tersebut pada lini masa digital.

"Lah kok bulu-bulu di sayap dan ekornya kurang, nggak sesuai kaidah." tulis @txttransportasi.

Kritik senada datang dari akun @muhelmyyahya yang mengajak publik meneliti lebih jauh keabsahan jumlah helai bulu penanda hari kemerdekaan nasional itu.

"Coba hitung apakah benar itu bulu, sayap dan ekornya jumlahnya 17, 8, 45." tulis @muhelmyyahya.

Sementara itu akun @dmwsdq menyoroti kerumitan baru yang muncul akibat penggunaan teknologi instan tanpa adanya pengawasan ketat dari manusia.

"Contoh kasus di mana pakai AI malah lebih ribet soalnya mesti verifikasi 'Bener nggak ini hasil generatenya' dan nggak bisa berlindung di balik 'padahal sudah ngambil dari sumber resmi'." tulis @dmwsdq.

Sadar menjadi sasaran kritik beruntun di dunia maya, tim admin jagat digital instansi riset tersebut bergegas melenyapkan kiriman infografis bermasalah itu dari linimasa.

Insiden memalukan ini menjadi refleksi penting bagi seluruh jajaran birokrasi mengenai pentingnya integritas serta ketelitian dalam adopsi teknologi mutakhir. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung