Berita, Nasional

[VIRAL] Bocah SD di Sumbawa Kirim Surat ke Presiden Prabowo Pertanyakan Program Makan Bergizi Gratis yang Belum Rata

Repelita.id

25 May 2026 21:41 WIB

[VIRAL] Bocah SD di Sumbawa Kirim Surat ke Presiden Prabowo Pertanyakan Program Makan Bergizi Gratis yang Belum Rata
Foto: Istimewa

Repelita [Sumbawa] - Jagat maya dihebohkan oleh aksi polos seorang murid sekolah dasar di kawasan pelosok Nusa Tenggara Barat yang mengirimkan goresan pesan tertulis kepada pucuk pimpinan tertinggi negara.

Lembaran pesan menyentuh dari pelajar bernama Waldan Ramadhan tersebut diunggah ke ruang publik digital oleh salah seorang legislator daerah melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (22/5).

ADVERTISEMENT

Dalam dokumentasi visual tersebut nampak goresan tangan dari sang murid kelas tiga sekolah dasar negeri di wilayah Kecamatan Ropang yang menanyakan realisasi program jaminan pangan nasional di wilayahnya.

Pelajar belia tersebut mengungkapkan perasaan gundahnya lantaran kerap menyaksikan dokumentasi lembaga pendidikan di wilayah lain yang sudah rutin mencicipi pasokan asupan nutrisi gratis dari pemerintah pusat.

Sementara itu institusi tempat dirinya menimba ilmu di kawasan pedalaman justru belum pernah sekalipun tersentuh oleh realisasi program unggulan yang digagas oleh kabinet Prabowo Subianto tersebut.

"Pak Prabowo Subianto, kapan ada MBG di sekolah kami. Kami menunggu kedatangan MBG yang kamu buat membagikan untuk sekolah seluruh Indonesia, tapi MBG tak pernah datang di sekolah kami," tulis Waldan mengekspresikan harapannya yang besar.

Bocah laki-laki itu mengutarakan rasa penasarannya yang mendalam untuk bisa menikmati kelezatan paket menu asupan gizi yang kerap menjadi perbincangan hangat di berbagai lini massa siber nasional.

Dirinya memendam impian sederhana agar bisa duduk bersama rekan-rekan sekelasnya sembari menyantap hidangan nasi beserta kelengkapan lauk-pauk sehat yang disalurkan oleh otoritas pusat tersebut.

Merespons fenomena sosial itu, sang legislator daerah mengartikan pesan tertulis dari murid pedalaman tersebut sebagai sebuah tamparan keras bagi jalannya roda birokrasi pemerintahan dari wilayah terpencil.

Sebab coretan kertas tersebut dinilai bukan sekadar urusan perut semata melainkan sebuah representasi nyata dari jeritan keadilan atas ketimpangan pembangunan yang sangat mencolok antara kawasan urban dengan wilayah terisolasi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung