Repelita Jeneponto - Bukan hanya puluhan murid, ternyata seorang guru juga ikut menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lauknya diduga berasal dari ikan busuk di Jeneponto.
Kepala Sekolah UPT SDN 7 Rumbia, Hj Siti Muliati, mengungkapkan bahwa seorang guru yang bertugas di sekolah tersebut juga mengalami gejala gatal-gatal usai mengonsumsi makanan yang sama.
ADVERTISEMENT
"Ada beberapa orang siswa termasuk seorang guru yang gatal-gatal di daerah bibirnya, sekitar mulutnya, juga ada sampai ke telinganya, ke daerah lehernya, lengan-lengannya, sampai kaya bisul-bisul begitu kemerahan," ujar Hj Siti Muliati menjelaskan kondisi yang dialami korban.
Hal ini membuktikan bahwa dampak dari sajian ikan yang diduga sudah tidak layak konsumsi tersebut tidak hanya menimpa para murid tetapi juga tenaga pendidik.
Kejadian nahas ini bermula ketika para siswa beserta guru tersebut menyantap menu MBG yang lauknya berupa ikan layang digoreng tepung sekitar pukul 09.30 Wita saat waktu istirahat sekolah.
Reaksi alergi dan keracunan pun muncul begitu cepat tidak sampai satu jam setelah makanan tersebut dikonsumsi oleh para korban.
"Tidak sampai satu jam, ada sementara menyantap sudah langsung kena gatal-gatal," imbuh Kepala Sekolah menggambarkan cepatnya reaksi yang timbul.
Tercatat sebanyak 23 orang siswa sempat dibawa ke Puskesmas Tompobulu untuk mendapatkan pertolongan medis darurat dan perawatan intensif.
Kepala Puskesmas Tompobulu, Sudarmi Salawaty, menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut 10 orang telah dipulangkan setelah menjalani observasi.
Sebanyak 13 orang sempat diinfus karena mengalami dehidrasi akibat diare dan muntah-muntah hebat usai mengonsumsi ikan basi.
Hingga tersisa 7 orang yang masih dirawat inap di Puskesmas dan 6 orang lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Pratama Rumbia karena gejala lebih serius.
Sudarni menjelaskan bahwa mereka yang dirujuk ke rumah sakit mengalami gejala berat seperti sesak napas, kejang-kejang, hingga badan lemas total.
Rasa sakit perut yang tidak tertahankan juga menjadi keluhan utama dari para siswa yang harus mendapatkan perawatan intensif lebih lanjut.
Sementara itu, seorang guru yang juga mengalami gatal-gatal memilih untuk berobat mandiri tanpa harus dirawat inap di Puskesmas.
Dalam video yang beredar di media sosial, suasana panik dan mencekam terlihat jelas saat para siswa dibawa menuju fasilitas kesehatan.
"Gara-gara MBG, anak-anak alergi. Bengkak-bengkak semua, dibawa ke Puskesmas anak-anak, bengkak-bengkak semua," kata seorang perempuan dalam video tersebut.
"Gara-gara makan ikan semua, biar ikan kalau sehat. Tapi ini ikan bo'no (busuk). Sudah banyak anak-anak dibawa ke Puskesmas," lanjutnya dengan nada kesal.
Akibat insiden ini, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Rumbia yang menjadi penyuplai makanan MBG ditutup sementara.
Penutupan dilakukan sampai hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan keluar untuk menentukan apakah benar ikan yang disajikan sudah busuk atau tidak.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok