Repelita [Jakarta] - Kericuhan mewarnai unjuk rasa di Kantor Bupati Gowa setelah massa terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan, Senin (24/8/2026).
Bupati Gowa Husniah Talenrang terpaksa dievakuasi polisi dari tengah barikade akibat situasi yang terus memanas.
ADVERTISEMENT
Massa yang memadati lokasi aksi membuat petugas membentuk benteng pengamanan ketat menggunakan helm, rompi, dan tameng transparan.
Husniah sempat keluar menemui para demonstran sambil memegang mikrofon untuk memberikan klarifikasi langsung.
Ia berusaha meredam kericuhan dengan meluruskan isu pembebasan tugas sejumlah pejabat Pemkab Gowa.
Husniah membantah kabar yang menyebutkan adanya penonjoban terhadap 16 pejabat di lingkup pemerintahan daerah.
Ia menegaskan bahwa tindakan yang diambil merupakan pembebastugasan sementara untuk 7 pejabat guna evaluasi internal.
"Tidak ada penonjoban di Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa sebanyak 16 orang yang ada adalah pembebastugasan sementara. Ada 7 orang, salah satunya Sekretaris Daerah," kata Husniah di hadapan massa.
Penjelasan tersebut tidak sempat diselesaikan karena desakan massa dari balik barikade aparat semakin kuat.
Kondisi yang semakin riuh membuat polisi bergerak cepat melakukan prosedur penyelamatan.
Husniah yang berada di lokasi langsung dirangkul dan mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian serta Satpol PP.
Aparat menarik mundur Bupati Gowa dari area kerumunan menuju ruangan steril di dalam kantor pemerintahan.
Langkah evakuasi diambil guna memastikan keselamatan bupati di tengah situasi yang kurang kondusif.
Aksi unjuk rasa tersebut memicu sorotan publik terkait kebijakan evaluasi pejabat di lingkup Pemkab Gowa.
Situasi di sekitar lokasi unjuk rasa dilaporkan masih mendapat penjagaan ketat dari pihak kepolisian hingga sore hari. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok