Repelita Jakarta - Cerita lawas mengenai pengalaman persidangan dan masa penahanan yang dialami oleh Habib Rizieq Shihab kembali mencuat ke permukaan serta memantik perhatian publik setelah diulas secara mendalam melalui sebuah tayangan video terbaru.
Tokoh ulama tersebut membagikan kisah menggelikan saat pihak jaksa penuntut umum mempermasalahkan keputusan medisnya untuk menjalani perawatan kesehatan di wilayah Bogor dibandingkan memilih fasilitas kedokteran di sekitar area Jakarta.
ADVERTISEMENT
Kanal YouTube Nasehat Ulama99 mengonfirmasi pada hari Minggu, 20 September 2026, bahwa dalam persidangan tersebut pihak kejaksaan bahkan sampai merinci belasan rumah sakit yang dilewati dari rute Petamburan menuju lokasi perawatan pilihan sang pemuka agama.
Menurut pembicara dalam video di kanal YouTube Nasehat Ulama99, Habib Rizieq Shihab menegaskan bahwa keputusan memilih tempat pengobatan adalah hak pribadi pasien yang dibayar secara mandiri tanpa menggunakan fasilitas jaminan kesehatan dari pemerintah.
Ia memberikan argumen logis di hadapan majelis hakim bahwa rumah sakit langganannya telah mengantongi rekam medis kesehatannya selama bertahun-tahun sehingga para tim dokter tidak perlu melakukan pengecekan data dari awal lagi.
Pembicara dari akun YouTube Nasehat Ulama99 juga menambahkan adanya kisah penolakan sang habib ketika dirinya yang saat itu tengah ditahan di Mabes Polri dipaksa untuk melakukan tindakan operasi di Rumah Sakit Polri.
Dalam potongan video yang diunggah ulang tersebut, Habib Rizieq Shihab secara blak-blakan menolak instruksi tersebut karena merasa tidak percaya dengan institusi yang menahan dirinya serta mengusut perkara hukum yang tengah menjeratnya.
Lebih lanjut, ia akhirnya baru bersedia menjalani tindakan pembedahan medis setelah pihak berwenang memberikan izin tertulis untuk melakukan operasi di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih.
Naskah berita ini merekam pandangan kritis sang ulama yang menggarisbawahi bahwa tingkat kepercayaan seorang pasien terhadap dokter serta instansi kesehatan memegang peranan sangat krusial karena keyakinan tersebut sudah merepresentasikan separuh dari proses kesembuhan. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok