Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Dari Pesawat Terbang ke Sepatu Karet: Era Habibie Bikin Pesawat, Era Prabowo BRIN Disorot soal Produk bikin sepatu karet

Repelita.id

08 August 2026 19:04 WIB

[VIRAL] Dari Pesawat Terbang ke Sepatu Karet: Era Habibie Bikin Pesawat, Era Prabowo BRIN Disorot soal Produk bikin sepatu karet
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Inovasi terbaru yang dipamerkan oleh lembaga riset negara mendadak menjadi sorotan hangat publik di ruang digital.

Sorotan tersebut mengemuka usai pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional menghadiri undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.

ADVERTISEMENT

Dalam agenda pertemuan tersebut, sepatu berbahan karet produksi lokal diperkenalkan sebagai hasil karya inovasi lembaga riset.

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa pembuatan produk alas kaki itu dilakukan untuk memenuhi permintaan kepala negara.

"Ini sepatu BRIN produk lokal, ini Pak Presiden juga pesen, ‘BRIN tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu’," ujar Arif saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Alas kaki yang dikembangkan oleh tim riset kawasan Serpong tersebut dirancang dari material karet secara keseluruhan.

Produk itu ditargetkan masuk tahap manufaktur skala besar dengan taksiran harga jual berada di bawah kisaran delapan puluh ribu rupiah.

Proses pencarian mitra dari sektor manufaktur saat ini tengah berjalan guna merealisasikan rencana produksi secara massal.

Langkah pemameran produk tersebut lantas memicu tanggapan kritis dari berbagai pihak, termasuk jurnalis Ahmad Arif melalui platform X. https://x.com/aik_arif/status/1821062021508210884

Unggahan yang dipublikasikan pada 7 Agustus 2026 pukul 12.47 PM tersebut membandingkan pencapaian riset antar-era kepemimpinan.

"Kasian. Dulu di era Habibie, bikin pesawat. BPPT sudah bikin pesawat nirawak dan banyak temuan lain. Eijkman pernah melahirkan banyak riset ilmiah fundamental, peta keanekaragaman genetik, dan standar teknologi biomolekuler kelas dunia. Kedua lembaga itu sekarang dah di lebur di BRIN bersama banyak lembaga riset lain. Produk yg kini dibanggakan ke Presiden: sepatu karet!" tulis akun @aik_arif.

Kritik tersebut mengungkit kembali sejarah kejayaan sains nasional, seperti proyek pesawat N250 Gatotkaca yang diprakarsai B.J. Habibie.

Pesawat baling-baling canggih berbasis teknologi kendali digital elektronik tersebut berhasil melakukan penerbangan perdana pada 10 Agustus 1995.

Namun, krisis keuangan kawasan yang melanda pada tahun 1998 memaksa kelanjutan proyek penerbangan domestik itu terhenti.

Peleburan berbagai institusi penelitian kawakan ke dalam satu wadah kini memicu beragam respons dari netizen di media sosial.

Pengguna akun @rejal_ajib memberikan sindiran singkat terkait arah pengembangan inovasi riset saat ini pada 7 Agustus 2026.

"Sebentar lagi bikin sikat WC"

Tanggapan lain disampaikan oleh akun @kumasia2023 yang menyayangkan kebijakan terkait kelembagaan penelitian.

"ada presiden malah bubarkan litbang."

Sementara itu, akun @fiemdyy mengomentari aspek efisiensi biaya produk yang dihasilkan pada 7 Agustus 2026.

"Sepatu karet di olshop harganya dibawah 50k"

Pandangan berbeda dilontarkan oleh akun @SHPDCMPABABD yang mencoba melihat dari sudut pandang ketersediaan dana operasional.

"Alhamdulillah dengan anggaran terbatas lembaga itu tetap berkarya"

Isu efektivitas serta arah fokus riset nasional hingga kini terus menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung