Repelita [Jakarta] - Proses seleksi anggota Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan adanya manipulasi nilai yang mengemuka di berbagai platform media sosial.
Narasi yang beredar di jagat maya menyebutkan bahwa seorang siswi asal Kota Makassar berinisial CYL, yang merupakan keturunan Tionghoa, disebut sengaja disingkirkan dari daftar tiga besar.
ADVERTISEMENT
Kabar yang simpang siur tersebut mengklaim bahwa posisi CYL digantikan oleh peserta dari wilayah lain dengan dalih perolehan nilai ujian bahasa daerah yang tidak memenuhi standar.
Menyikapi polemik yang kian meluas, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan, Bustanul Arifin, dengan tegas menepis segala spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Rumor bahwa siswi inisial CYL gugur seleksi di tiga besar lalu diganti peserta asal daerah lain akibat penilaian bahasa daerah rendah adalah rumor yang menyesatkan, ujar Bustanul, Sabtu (30/5/2026).
Sebagai langkah mitigasi untuk meredam keresahan, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dilaporkan telah melakukan pertemuan langsung dengan pihak-pihak terkait di Rumah Jabatan Gubernur.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menekankan bahwa keputusan akhir penentuan peserta yang akan melaju ke tahap nasional merupakan otoritas mutlak dari panitia pusat.
Penetapan peserta yang lolos seleksi Paskibraka tingkat Nasional merupakan kewenangan penuh panitia pusat. Hal ini tidak dapat diintervensi oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah, tulis pernyataan resmi Pemprov Sulsel dalam keterangan tertulisnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok