Repelita Jakarta - Isu miring mengenai dugaan praktik kedekatan keluarga besar atau nepotisme di lingkungan birokrasi pemerintahan pusat belakangan ini kian bergulir kencang di ruang digital.
ADVERTISEMENT
Kritik pedas dari publik kali ini menyasar pada kebijakan internal di pos kementerian keagamaan terkait tata kelola administrasi penunjukan posisi jabatan penting staf khusus.
Informasi mengenai sorotan tajam terhadap sistem rekrutmen pegawai kementerian ini sebelumnya disebarluaskan oleh salah satu akun media sosial berbasis teks.
Unggahan bermuatan narasi sindiran sosiopolitik tersebut pertama kali dipublikasikan oleh nama akun @chipannyt pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2026.
Pihak pengunggah secara terbuka membandingkan kemudahan sanak famili pejabat dalam memperoleh posisi strategis dengan sulitnya jutaan generasi muda domestik mencari lowongan pekerjaan.
Kebijakan pengangkatan dua anak kandung dari Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan sebagai tenaga ahli dinilai mencederai prinsip keadilan birokrasi.
"Luar biasa efisiensi birokrasi ala kementerian zaman now! Di saat jutaan anak muda Indonesia pusing tujuh keliling nyari pekerjaan, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan diduga bikin program 'rekrutmen jalur dalam' dengan ngangkat dua anaknya sendiri jadi tenaga ahli di instansinya" tulis akun tersebut.
"ternyata segini kekayaan Gus Iran, menteri haji dan umrah yang sedang viral karena diduga angkat dua anaknya jadi tenaga ahli" tulis akun @chipannyt melanjutkan draf takarirnya di media sosial.
Sengkarut dugaan nepotisme kementerian ini kian memanas setelah laporan berkala dari media massa daring turut membongkar rincian data total harta kekayaan sang pejabat negara.
Berdasarkan draf publikasi finansial yang dirilis, total nominal isi rekening serta kepemilikan aset bersih dari Gus Irfan terungkap menyentuh angka sebesar Rp19,4 miliar.
Divergensi ulasan mengenai jumlah kekayaan pribadi sang menteri di tengah mencuatnya skandal keluarga ini seketika memicu gelombang polemik yang meluas dari pengguna internet.
Para pengguna internet terpantau meluncurkan beragam respons tertulis persis di bawah kolom komentar akun @chipannyt pada Jumat, 23 Oktober 2026.
"Izin yaa kak. Beneran kaget pas nyobain, roda-rodanya kokoh banget. Alat wajib punya buat yang hobi dekor ulang rumah sendiri. Link pembelian cek komentar yaa" tulis akun @rhino.renu menyisipkan pesan promosi di tengah riuhnya diskusi.
Aksi saling lempar opini digital ini mempertegas pentingnya transparansi tata kelola pemerintahan yang bersih guna mengembalikan kepercayaan masyarakat sipil terhadap integritas lembaga negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads