Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Drone Bawah Laut Diduga Milik China Ditemukan Nelayan di Gili Trawangan, TNI AL Segera Investigasi

Repelita.id

09 April 2026 22:36 WIB

[VIRAL] Drone Bawah Laut Diduga Milik China Ditemukan Nelayan di Gili Trawangan, TNI AL Segera Investigasi
Foto: Istimewa

Repelita Lombok - Nelayan bernama Harianto (28) menemukan benda menyerupai torpedo yang diduga merupakan Unmanned Underwater Vehicle (UUV) atau drone bawah laut di perairan Gili Trawangan, Lombok Utara, pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 08.00 Wita.

Benda berbentuk silinder dengan panjang sekitar 3,7 meter dan diameter 65 sentimeter tersebut ditemukan dalam keadaan mengapung sekitar 10 mil dari Gili Trawangan.

ADVERTISEMENT

Pada bagian badan drone, terdapat logo China Shipbuilding Industry Corporation (CSIC) serta tulisan aksara China yang diduga merujuk pada lembaga penelitian tertentu.

Tim Gegana Polda NTB yang melakukan pemeriksaan awal memastikan bahwa benda tersebut tidak mengandung bahan peledak atau zat radioaktif berbahaya.

Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram Kolonel Laut Asep Tri Prabowo menyatakan bahwa benda asing tersebut telah diamankan di Lanal Mataram di bawah pengawasan ketat Polisi Militer Angkatan Laut.

Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Tunggul menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan identifikasi teknis mendalam terhadap perangkat tersebut.

"TNI AL melalui tim ahli dari satuan TNI AL terkait, secepatnya akan melakukan pemeriksaan mendalam (identifikasi teknis) terhadap perangkat tersebut guna mengetahui asal-usul, fungsi, maupun data-data yang terkandung di dalamnya," kata Tunggul.

Fokus utama investigasi adalah membedah memori perangkat untuk melacak jejak navigasi dan data intelijen yang tersimpan di dalamnya.

Tim ahli akan menelusuri rute mana saja yang telah dipetakan oleh drone tersebut selama berada di perairan Indonesia.

Penemuan ini terjadi di Selat Lombok, jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang merupakan perlintasan air dalam strategis bagi pelayaran internasional.

Jalur ini menjadi rute favorit bagi kapal selam bertenaga nuklir milik negara-negara asing karena kedalamannya yang memungkinkan kapal melintas tanpa terdeteksi.

Perangkat ini dilengkapi dengan sensor canggih bernama Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) yang bekerja seperti sonar untuk mengukur kecepatan arus air dan memetakan profil dasar laut.

Lanal Mataram menegaskan tidak akan mentoleransi aktivitas tanpa izin di perairan teritorial NTB, termasuk penggunaan perangkat bawah air.

"Semua kegiatan pariwisata, kepentingan akademis, semuanya harus berdasarkan izin, yang mana izin ini dari Kementerian Pertahanan," kata Asep Tri Prabowo.

Penemuan ini menambah daftar panjang temuan drone asing di perairan Indonesia, termasuk di Kepulauan Selayar pada 2020 dan 2019 serta di Kepulauan Riau pada 2021.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan tengah menjalin koordinasi erat dengan TNI AL terkait temuan drone laut di wilayah perairan Indonesia.

TNI AL mengimbau masyarakat pesisir NTB agar tetap tenang, tidak berspekulasi, dan segera melaporkan kepada aparat jika menemukan benda asing mencurigakan di wilayah perairan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung