Repelita Siak - Bupati Siak Riau, Afni Zulkifli, menjadi buah bibir publik setelah sebuah video pernyataannya yang menyebut anggaran pemerintah daerah yang dipimpinnya dipotong hingga Rp1 triliun beredar luas di media sosial.
Dalam video yang dikutip dari akun Facebook milik Mahyuddin Nur pada Sabtu (2/5/2026), Afni mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pemotongan tersebut dengan nada emosional.
ADVERTISEMENT
"Setengah triliun uang kita ditahan, setengah triliun uang kita dipotong," kata Afni dalam rekaman video yang cepat menyebar itu.
"Satu triliun hak kita hari ini, tidak kita dapatkan," sambung bupati perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Siak tersebut.
Yang lebih memprihatinkan menurut pengakuannya, uang sebesar itu dialihkan untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang digulirkan pemerintah pusat.
"Sudah dialihkan dalam bentuk program MBG terus tidak kita awasi betapa bodohnya kita," imbuh Afni dengan nada kesal.
Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah di bawah komandonya untuk mengawal ketat pelaksanaan program MBG agar tidak terjadi penyimpangan.
"Makanya saya minta tolong. Camat, Kepala OPD terkait, Kabag, Kabid, semuanya kawal program MBG itu," pungkas Afni dalam potongan video yang menjadi viral tersebut.
Afni Zulkifli resmi menjabat sebagai Bupati Siak untuk periode 2025 hingga 2030 setelah dilantik pada 4 Juni 2025.
Ia tercatat dalam sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Kabupaten Siak sejak daerah itu berdiri.
Afni lahir di Siak Sri Indrapura pada 28 Juni 1985 sehingga namanya kerap disebut sebagai figur lokal yang pulang memimpin daerah asalnya sendiri setelah berkiprah di luar.
Pendidikannya ditempuh di jalur akademik bidang administrasi dan ilmu sosial mulai dari S-1 di Universitas Islam Malang, S-2 di Universitas Riau, hingga meraih gelar doktor di Universitas Pasundan.
Sebelum menjadi kepala daerah, ia lebih dikenal publik sebagai jurnalis, akademisi, dan aktivis lingkungan yang cukup vokal.
Di dunia jurnalistik, Afni pernah bekerja sebagai wartawan dan redaktur yang membentuk citranya sebagai figur dekat dengan isu publik terutama lingkungan dan kebijakan kehutanan.
Ia juga berkiprah di dunia kampus dengan menjadi dosen di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lancang Kuning Pekanbaru.
Belakangan sebelum maju sebagai bupati, ia dipercaya menjabat sebagai tenaga ahli menteri di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Selain itu, Afni juga aktif di organisasi sosial keagamaan dengan menjabat sebagai Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Siak yang memperluas jejaring sosial dan politiknya di daerah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok