Repelita Berlin - Sebuah video viral memperlihatkan momen Reza Pahlavi, eks putra mahkota Iran, disiram cairan merah oleh demonstran saat berada di Berlin, Jerman, pada Kamis (23/4/2026).
Peristiwa itu terjadi tepat setelah ia selesai menggelar konferensi pers yang isinya banyak mengkritik negaranya sendiri.
ADVERTISEMENT
Dalam video yang beredar luas, Pahlavi tampak tenang meskipun jas biru gelapnya berlumuran cairan merah di bagian bahu belakang.
Alih-alih marah, ia justru terus melangkah santai dan sempat menyapa warga serta pendukungnya yang hadir di lokasi.
Insiden ini sontak memicu pertanyaan besar dari warganet: "Jelek-jelekin negara sendiri, terus kenapa marah saat kena siram?"
Sebab saat konferensi pers, Pahlavi dengan lantang mengkritik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia juga menyebut pemerintah Iran tidak demokratis dan mendesak dunia untuk tidak tinggal diam melihat eksekusi tahanan politik di sana.
"Saya tidak mengatakan bahwa diplomasi tidak boleh diberi kesempatan, tetapi saya pikir diplomasi sudah diberi kesempatan yang cukup," ujarnya.
Ia bahkan mengompori rakyat Iran untuk memberontak demi perubahan rezim.
Tak berhenti di situ, Pahlavi juga secara terbuka mendukung perang AS dan Israel melawan negaranya sendiri.
Ia pun bercita-cita kembali memimpin Iran, negara yang dulu dipimpin ayahnya, Shah Mohammad Reza Pahlavi, sebelum digulingkan Revolusi Islam 1979.
Tak heran aksinya di Jerman mendapat kecaman, bahkan dari warga Iran yang kini tinggal di diaspora.
Mereka menilai Pahlavi tidak pantas bicara atas nama rakyat Iran karena ia hidup enak di pengasingan sejak kecil.
"Kritik itu boleh. Tapi menyiram dengan cairan? Itu juga kekerasan. Cuma ya gimana, dia habis bikin sensasi trus kena batunya," begitu komentar warganet di media sosial.
Namun yang paling hangat diperbincangkan adalah: pantaskah seseorang yang terus-terusan membenci negaranya sendiri lalu heran saat dirinya juga dibenci?
Aksi penyiraman ini pun viral dan menjadi bahan perdebatan panjang di jagat maya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok