Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Gerakan Simbol Tiga Jari Viral Jadi Medium Kritik Rakyat Terhadap Kenaikan Pajak dan Beban Hidup

Repelita.id

18 October 2026 15:29 WIB

[VIRAL] Gerakan Simbol Tiga Jari Viral Jadi Medium Kritik Rakyat Terhadap Kenaikan Pajak dan Beban Hidup
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Sebuah aksi solidaritas melalui simbol gerakan tangan di media sosial mendadak viral lantaran membawa pesan kritik sosial mendalam dari masyarakat urban.

ADVERTISEMENT

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @efze.ioi pada tanggal 18 Oktober 2026 yang menggaungkan narasi perlawanan terhadap beban hidup yang kian berat.

Pengunggah menyatakan sikapnya secara terbuka dengan menuliskan kalimat TIGA JARI ITU BUKAN GAYA ✋ Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏 Tiga jari ini bukan gaya. Ini jeritan warga Konoha yang terlalu lama diam. Mereka tertib bayar pajak setiap hari. Tapi pajak naik, utang menumpuk, anggaran bocor. Rakyat disuruh berhemat, sementara kursi empuk tak pernah dikurangi. Dan di meja makan, semua kenaikan itu berubah jadi sunyi. Ayah menghitung receh. Ibu menunda obat. Anak belajar bahwa bermimpi harus tahu diri. Tapi rakyat bukan angka di laporan. guna mengetuk nurani publik.

Kelompok masyarakat yang merasa terwakili oleh narasi tersebut menilai bahwa kedaulatan tertinggi sebuah negara berada di tangan warganya sendiri.

Menurut sang pembuat konten, Rakyat bukan beban negara. Rakyat adalah pemiliknya. Bertanya itu hak. Mengawasi itu kewajiban. Bersuara itu bukan dosa. Diam yang terlalu lama bukan tanda setuju. Itu tanda lelah. Kalau kamu merasakan hal yang sama, ketik "TIGA JARI" di komentar 👇 Follow, like, dan share ke orang yang masih peduli. Vox populi, vox dei. Suara rakyat adalah suara Tuhan. di paruh waktu siaran digitalnya.

Kendati demikian, klaim sepihak mengenai kontribusi wajib pajak tersebut langsung memicu perdebatan dari kalangan aparatur sipil negara.

Sanggahan dilayangkan oleh akun @shiraajjh yang menuliskan Kami ASN juga bayar pajak, baik pajak kendaraan bermotor, pajak bumi dan bangunan pajak usaha bahkan gaji ASN kena pajak. tidak semua rakyat kena pajak, bahkan kebanyakannrakyat menerima manfaat dari ASN, TNI, POLRI yg bayar pajak. di kolom komentar.

Di sisi lain, pemaknaan berbeda mengenai simbol gerakan tersebut juga disuarakan oleh pegiat lingkungan hidup sebagai representasi dari penyelamatan ekologi kawasan.

Warganet dengan akun @asepwydyamulyadi membeberkan perspektif lain dengan berkomentar SALAM TIGA JARI: PENGHORMATAN, PERSATUAN, HARAPAN. Di tengah hutan yang hangus dan langit yang kehilangan birunya, tiga jari ini bukan sekadar gestur. Ini adalah PENGHORMATAN bagi alam yang terluka, PERSATUAN untuk melawan Karhutla, dan HARAPAN agar generasi mendatang masih punya hutan untuk diwariskan. Jangan biarkan asap menjadi warisan, dan kebakaran menjadi tradisi tahunan. Hutan bukan abu. Masa depan bukan untuk dibakar. Saatnya #StopKarhutla! secara rinci.

Elemen masyarakat dari wilayah Kalimantan Tengah juga menggunakan tanda tersebut sebagai penegasan komitmen pelestarian ekosistem alam nasional.

Pengguna akun yang sama menyertakan penegasan bermuatan lokal melalui teks pendek berupa tagar #StopKarhutla #Karhutla #SaveOurForest #LindungiHutan #KalimantanTengah sebagai penutup ruang interaksi warga digital.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung