Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Ditanya Penanganan Karhutla Usai Dicegat di Bandara

Repelita.id

04 September 2026 20:42 WIB

[VIRAL] Gubernur Kalbar Bentak Mahasiswa Saat Ditanya Penanganan Karhutla Usai Dicegat di Bandara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Suasana panas mendadak mewarnai area sekitar Bandar Udara Internasional Supadio yang terletak di Kabupaten Kubu Raya.

Pimpinan tertinggi eksekutif wilayah tersebut mendadak dicegat oleh puluhan pemuda dari aliansi Federasi Organisasi Mahasiswa daerah.

ADVERTISEMENT

Peristiwa ketegangan itu terjadi pada hari Kamis tanggal 3 September tahun 2026 yang diwarnai perdebatan sengit di lokasi.

Aksi penghadangan tersebut dipicu oleh tuntutan kelompok demonstran agar pemerintah daerah segera menetapkan status darurat bencana nasional.

Desakan itu muncul menyusul masifnya musibah kebakaran hutan dan lahan yang melanda berbagai titik di wilayah bumi khatulistiwa.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan lantas berupaya memberikan penjelasan terkait pembatalan agenda kunjungan kerja Menteri Kehutanan.

Pejabat publik tersebut berdalih bahwa urungnya kehadiran menteri pusat murni disebabkan oleh faktor keselamatan penerbangan yang tidak terpenuhi.

"Kita sekarang masih berusaha semua. Menteri hari ini karena tidak bisa turun pesawat, bukan aslinya membatalkan," ujar Ria Norsan.

Meskipun demikian, alasan tersebut gagal meredakan amarah massa yang menyoroti minimnya sarana prasarana serta armada pemadaman.

Situasi kian memanas ketika terjadi aksi saling sindir antara pejabat daerah tersebut dengan perwakilan aktivis yang menggelar unjuk rasa.

"Itu kan kamu yang ngomong bukan saya yah. Kita juga pernah jadi mahasiswa. Kita ngomong dengan intelek lah," tutur Ria Norsan.

"Kita bicara intelek, kita bicara tentang fakta," timpal mahasiswa.

Ketegangan mencapai puncaknya manakala sang kepala daerah melontarkan pernyataan bernada menyudutkan kontribusi para kaum intelektual muda.

Pejabat tersebut mengaku belum pernah menyaksikan kehadiran kelompok mahasiswa terjun langsung memadamkan titik api di lapangan.

"Sekarang kita sama-sama menghadapi kebakaran, dari mahasiswa turun. Saya belum lihat mahasiswa turun di lapangan. 4 hari ini sudah, belum lihat," sindir Ria Norsan.

"Relawan itu mahasiswa rata-rata," ujar massa aksi.

Mendengar tudingan tersebut, para demonstran balik menyerang dengan menyebut pemerintah daerah kurang memantau perkembangan informasi publik.

Demonstran juga sempat menyinggung lawatan kepala negara sebelumnya yang dinilai hanya menghasilkan pencitraan tanpa solusi konkret.

"Bapak kurang lihat media sosial sih makanya kayak gitu. Malah kami yang tidak senang itu presiden datang ke sini foto-foto, pulang, tidak ada hasil. Malah buat kegaduhan, presiden tidak berpikir," kata mahasiswa.

"Gak usah kayak gitu," ujar Ria Norsan.

Melihat respons kritis yang dianggap melampaui batas, pimpinan daerah itu akhirnya tak mampu membendung emosi hingga melontarkan hardikan keras.

"Ngapa emosi gitu," timpal mahasiswa.

Di balik insiden kontroversial tersebut, sosok pemimpin daerah ini memiliki rekam jejak perjalanan hidup yang cukup panjang di dunia politik.

Tokoh kelahiran Singkawang pada tanggal 17 Desember 1967 ini merupakan buah hati dari seorang prajurit TNI berpangkat kopral.

Latar belakang pendidikannya ditempuh melalui STM Negeri 2 Pontianak sebelum melanjutkan kuliah di Universitas Tanjungpura dan Universitas Tarumanegara.

Keluarga sang pejabat juga lekat dengan dunia birokrasi karena istrinya pernah menjabat sebagai Bupati Mempawah selama dua periode.

Dirinya sendiri tercatat pernah memimpin Kabupaten Mempawah sembilan tahun lamanya sebelum terpilih menjadi Wakil Gubernur periode sebelumnya.

Berdasarkan dokumen laporan kekayaan penyelenggara negara, pejabat publik tersebut tercatat memiliki total aset bernilai puluhan miliar rupiah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung