Repelita Jakarta - Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, menyampaikan sindiran terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo setelah mantan kepala negara tersebut memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Pernyataan Guntur Romli itu diketahui dari unggahan akun Threads @detikdotid pada Selasa, 29 September 2026, yang memuat pernyataannya mengenai KTA PSI dan polemik ijazah.
ADVERTISEMENT
Guntur menilai Jokowi semestinya menunjukkan dokumen pendidikan yang selama ini menjadi perhatian publik, yakni ijazah S1 UGM miliknya serta ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Guntur, langkah tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari upaya meredakan kegaduhan publik yang berkaitan dengan persoalan ijazah.
Dalam pernyataannya, Guntur juga melontarkan sindiran dengan memelesetkan PSI sebagai "Partai Sengketa Ijazah".
Unggahan tersebut muncul setelah Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya telah resmi menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
Jokowi sebelumnya menyatakan dirinya sengaja baru memperlihatkan KTA PSI ketika menghadiri kegiatan partai di Bandung karena menunggu momentum politik yang dianggap sesuai.
Keputusan Jokowi bergabung dengan PSI juga menjadi bagian dari perkembangan hubungan politiknya dengan PDIP setelah Pilpres 2024.
Jokowi dan keluarganya diketahui tidak lagi berada dalam naungan partai berlambang banteng tersebut setelah hubungan politik keduanya mengalami perubahan.
Unggahan @detikdotid mengenai pernyataan Guntur Romli tersebut kemudian mendapat perhatian pengguna Threads dan disertai sejumlah tanda pagar, termasuk #Jokowi, #PDIP, #PSI, #GunturRomli, dan #IjazahJokowi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads