Repelita Jakarta - Cendekiawan Nahdlatul Ulama, Gus Hilmi Firdausi, melontarkan kritik tajam terhadap pegiat media sosial Permadi Arya atau Abu Janda terkait potongan video ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, yang viral di masyarakat pada Selasa, 14 April 2026.
Gus Hilmi menyemprot Abu Janda karena dianggap berbicara seenaknya tanpa didasari pemahaman ilmu agama yang memadai tentang tafsir Al-Quran.
ADVERTISEMENT
Tadinya saya mau menjawab video Abu Janda tentang ceramah Pak JK yang dia anggap menistakan agama, ucap Gus Hilmi dalam pernyataannya.
Ia menegaskan bahwa Abu Janda mengutip surat Muhammad ayat 4 dan Al Baqarah ayat 191 yang merupakan ayat-ayat perang untuk memframing bahwa Islam itu agama kekerasan.
Dia mengutip surat Muhammad ayat 4 dan Al Baqarah ayat 191 yang merupakan ayat-ayat perang untuk memframing bahwa Islam itu agama kekerasan lalu dibandingkan dengan kitab suci agama lain, imbuh Gus Hilmi.
Menurut Gus Hilmi, pemahaman terhadap ayat suci tidak bisa dilepaskan dari latar belakang turunnya ayat atau asbabun nuzul yang harus dipahami secara utuh.
Duh orang ini, minim ilmu Quran dan tafsir tapi memotong beberapa ayat seenaknya tanpa menjelaskan apa maksud ayat tersebut dan asbabun nuzulnya, tegas Gus Hilmi mengkritik.
Ia juga menilai bahwa cara Abu Janda mengutip dalil sangat tidak bertanggung jawab karena hanya mengambil potongan ayat tanpa konteks historisnya.
Tapi sudahlah, percuma, lanjut Gus Hilmi seolah menyerah karena merasa argumen yang disampaikan Abu Janda tidak layak untuk dilayani lebih jauh.
Di tengah polemik yang berkembang, Gus Hilmi mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan-potongan ceramah yang sengaja dipotong dan diedit.
Semua damai, rukun, guyub inilah Indonesia, kita kuat karena saling menghargai perbedaan namun tetap satu tujuan Bhineka Tunggal Ika, tandas Gus Hilmi.
Sebelumnya, Abu Janda menilai bahwa pernyataan Jusuf Kalla dalam ceramahnya merujuk pada ajaran agama, bukan kepada pemeluk agama itu sendiri.
Kita pahami dulu diksi atau pilihan katanya, Pak Jusuf Kalla mengatakan Islam dan Kristen berpendapat, ujar Abu Janda.
Pak Jusuf Kalla tidak mengatakan orang Islam dan orang Kristen, jadi kita bisa asumsikan yang dimaksud Pak Jusuf Kalla adalah ajaran agamanya, lanjut Abu Janda.
Abu Janda kemudian membandingkan isi kitab suci Islam dan Kristen dengan mengutip sejumlah ayat dalam Al-Quran yang berkaitan dengan perintah menghadapi musuh.
Jadi Pak Jusuf Kalla benar, dalam kitab suci Al-Quran memang ada perintah untuk menewaskan musuh, kata Abu Janda.
Ternyata di Alkitab Injil tidak ada perintah untuk menewaskan musuh, yang ada malah perintah untuk mengasihi musuh, jadi pernyataan Pak Jusuf Kalla soal Kristen ini salah, tukasnya.
Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, sebelumnya menjelaskan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada realitas sosiologis di lapangan saat konflik Poso dan Ambon terjadi.
Yang disampaikan Pak JK adalah realitas sosiologis di lapangan saat konflik pecah, ujar Husain.
Konflik yang saat itu menewaskan ribuan orang merupakan fakta sejarah, bukan pendapat pribadi Pak JK, tegas juru bicara tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok