Repelita Jakarta - Cendekiawan Nahdlatul Ulama (NU), Gus Hilmi Firdausi, ikut merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyinggung tren 'kabur aja dulu' dengan melontarkan pertanyaan sindiran bernada satir.
Gus Hilmi melontarkan pertanyaan yang mengundang senyum sekaligus kritik terkait pilihan negara tujuan yang disebutkan oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya di Cilacap.
ADVERTISEMENT
"Sebenarnya kalau ada yang mau kabur itu enaknya ke Yaman apa ke Jordan?" cetus Gus Hilmi dalam pernyataannya yang dikutip pada Jumat (1/5/2026).
Pertanyaan sindiran tersebut merujuk pada dua negara yang disebut dalam pidato presiden dan juga terkait masa lalu Prabowo yang pernah mengasingkan diri ke Yordania pada tahun 1998.
Seperti diketahui publik, Presiden Prabowo sebelumnya dalam pidatonya di Cilacap pada Rabu (29/4/2026) mempersilakan pihak yang ingin kabur untuk pergi ke Yaman.
"Ada yang mau kabur, kabur aja. Kau kabur aja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman, silakan, mau kabur ke mana," ujar Prabowo saat itu.
Gus Hilmi dengan khasnya melontarkan pertanyaan yang menyentil presiden dengan membandingkan Yaman dan Yordania sebagai tempat pelarian.
Pernyataan cendekiawan NU ini menjadi salah satu dari sekian banyak respons kritis yang muncul pasca pidato kontroversial Presiden Prabowo di Cilacap.
Sebelumnya, pengamat politik Ray Rangkuti juga menyinggung masa lalu Prabowo yang pernah berada di luar negeri dengan nada satir serupa.
"Yang sudah terbukti, kabur ke Jordan bisa jadi Presiden," ujar Ray mengingatkan bahwa Prabowo pernah mengasingkan diri ke Yordania pada 1998.
Gus Hilmi yang dikenal sebagai pengkritik kebijakan pemerintah kerap melontarkan sindiran-sindiran tajam melalui berbagai pernyataan publiknya.
Dalam kesempatan lain, ia juga menyoroti berbagai isu nasional mulai dari kebijakan ekonomi, pendidikan, hingga masalah HAM.
Pernyataan Gus Hilmi ini langsung viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial pada hari berikutnya.
Warganet pun ramai memberikan tanggapan yang beragam, ada yang mendukung sindiran cendekiawan NU tersebut dan ada pula yang mengkritik balik.
Hingga berita ini diturunkan, baik Presiden Prabowo maupun pihak Istana Kepresidenan belum memberikan tanggapan resmi terkait sindiran yang dilontarkan oleh Gus Hilmi Firdausi tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok