Repelita Jakarta - Akun X @regar_op0sisi mengunggah pandangan mengenai perjalanan kepemimpinan nasional pada Sabtu, 19 September 2026, dengan menyoroti Presiden Soeharto dan Presiden B.J. Habibie.
Dalam unggahannya, Edy Bayo Regar menyebut hanya dua tokoh tersebut yang menurutnya pernah menjadi pemimpin sekaligus negarawan dalam sejarah Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Hanya ada dua pemimpin sekaligus negarawan yg pernah dimiliki Republik ini. 1. Presiden Soeharto Dia mundur dari jabatannya sebagai presiden ketika rakyat sudah tak menghendakinya lagi. 2. Presiden Habibie Dia menolak mencalonkan diri lagi sebab laporan pertanggungjawabannya sebagai presiden ditolak oleh MPR. Kedua tokoh ini lebih mengutamakan etika moral daripada sekedar nafsu berkuasa. Prinsip ini tak lagi dimiliki pemimpin setelah mereka,terlebih lebih di era Jokowi hingga sekarang ini,etika dan moral sudah tak lagi dipergunakan.”
Catatan sejarah mengenai B.J. Habibie menyebut pertanggungjawaban Presiden Habibie memang ditolak dalam Sidang Umum MPR pada 20 Oktober 1999, setelah itu Habibie menyatakan tidak bersedia dicalonkan kembali sebagai presiden. (Mahkamah Konstitusi RI)
Sementara itu, Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya pada 21 Mei 1998, kemudian B.J. Habibie yang saat itu menjabat wakil presiden mengambil alih jabatan presiden. Mahkamah Konstitusi mencatat peralihan tersebut dalam konteks ketatanegaraan 1998. (Mahkamah Konstitusi RI)
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah tanggapan dari pengguna X yang memperdebatkan penilaian terhadap Soeharto, Habibie, serta perkembangan politik setelah era Reformasi.
Akun @land_yok menanggapi dengan mempertanyakan penilaian terhadap Soeharto melalui komentar, “ga salah tu pak harto? baca sejarah lagi lah...”
Pengguna @rimacahaya661 kemudian menyinggung situasi politik berbeda yang dikaitkannya dengan Prabowo melalui komentar, “Klo Prabowo lain pulak...ngga dibolehkan pun ..dicari celah supaya terlaksana...”
Sementara itu, @rwyndo90 memberikan pandangan mengenai alasan Soeharto berhenti dan keputusan Habibie setelah masa kepresidenannya.
“Pak harto sadar sudah terlalu lama menjabat dan beliau sadar indonesia minta perubahan,pak habibie dasarnya memang tak mau menjabat hny diamanahkan walopun begitu beliau berani dalam keputusannya dan bertanggung jawab, hny rakyat saat itu blm siap.”
Komentar lain datang dari @Alarsyad yang menuliskan, “Termul2. Pasti nggak faham apa itu adab berpolitik......wkwkwk”
Akun @ichan_norax turut memberikan komentar singkat, “Termul dan Terwo Otaknya gak akan Paham.”
Sementara itu, @anakwabahtermul menanggapi unggahan tersebut dengan komentar, “kaya gini dibilang Negarawan pantesan Wowo bisa Menang..Anak Wabah emang mirip Terwo Otaknya[😁]”
Pengguna @sniperruben45 kemudian memberikan pandangan berbeda dengan menulis, “Jiahhh....biasa aja itu dlm politik”.
Perdebatan di kolom komentar tersebut memperlihatkan beragam penilaian pengguna X terhadap rekam sejarah kepemimpinan Soeharto dan Habibie serta kaitannya dengan dinamika politik Indonesia setelah Reformasi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Hanya ada dua pemimpin sekaligus negarawan yg pernah dimiliki Republik ini.
— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) September 19, 2026
1. Presiden Soeharto
Dia mundur dari jabatannya sebagai presiden ketika rakyat sudah tak menghendakinya lagi.
2. Presiden Habibie
Dia menolak mencalonkan diri lagi sebab laporan pertanggungjawabannya… pic.twitter.com/FKMLpWhRyW