Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Henry Manampiring: Rakyat Bayar Mahal Akibat Pemimpin Tak Kompeten, Warganet Sebut Ini Harga Salah Pilih

Repelita.id

05 June 2026 15:21 WIB

[VIRAL] Henry Manampiring: Rakyat Bayar Mahal Akibat Pemimpin Tak Kompeten, Warganet Sebut Ini Harga Salah Pilih
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan tajam mengemuka dari opini Henry Manampiring di media sosial yang mengeluhkan mahalnya harga yang harus dibayar masyarakat akibat memiliki pemimpin yang tidak kompeten, tidak amanah, serta enggan mendengarkan aspirasi. Unggahan yang tayang pada 4 Juni 2026 tersebut memicu diskusi publik berskala besar dan langsung diserbu oleh ratusan komentar warganet yang mengamini pernyataan tersebut sembari mengaitkannya dengan situasi terkini.

Masyarakat mengekspresikan keresahan mereka secara terbuka melalui kolom komentar akun @hmanampiring atas ketidakpuasan terhadap kinerja tata kelola pemerintahan sekarang. Salah satu netizen dengan nama akun darmawanizur menumpahkan kekesalannya terkait sebuah momen penolakan aspirasi buruh di hadapan publik massa. Ia menulis, "Bayangin sdh lepas baju tinggal singlet didepan (mungkin) 1 juta massa burvh bertanya smp diulang 3x dan dijawab sama yaitu penolakan tp apa faktanya yakk benar embege jalan teroosss".

ADVERTISEMENT

Keresahan publik tidak berhenti pada isu kebijakan sektoral saja melainkan merembet pada taktik komunikasi politik yang dinilai sengaja menutup mata dan telinga dari kritik. Netizen bernama nitaatyas memberikan komentar bernada sindiran atas situasi tersebut. Ia menyatakan, "Bukanya emg sengaja di buta-tulikan? Bertanya dengan nada lemaaah..".

Dampak buruk dari ketidakkompetenan pengelola negara ini juga dikaitkan langsung oleh warga dengan kemerosotan kondisi ekonomi riil yang semakin mencekik kehidupan sehari-hari. Akun ridawannis_ menunjuk indikator pelemahan nilai tukar mata uang rupiah yang melonjak tajam sebagai bukti nyata. Ia menuliskan tanggapan singkat, "Mahal pak, udh 18rb/dolar".

Momen krisis ini dipandang sebagai sebuah ongkos pembelajaran yang sangat mahal bagi seluruh rakyat Indonesia agar tidak lagi bersikap apatis terhadap isu politik. Akun emak_emakmumet mengingatkan masyarakat agar sadar bahwa setiap kebijakan penguasa akan selalu berdampak pada hajat hidup orang banyak. Ia berpendapat, "Harga pembelajaran politik yang mahal bagi rakyat Indonesia. Semoga yang billing ‘politik gak ngaruh ke hidup gw’ sekarang paham konsekuensinya.".

Kritik pedas juga diarahkan kepada perilaku sebagian pemilih pada saat momentum pemilihan umum yang dinilai tidak rasional dan mudah tergiur oleh politik uang. Akun lucious_7 menilai bahwa kesalahan fatal justru terletak pada mereka yang memilih tanpa menerima imbalan namun tetap mendapatkan pemimpin yang buruk. Ia menulis, "kesalahan yang nyoblos tapi tidak dibayar...., klo yg dibayar gak salah....krn ga sadar liat duit....".

Kekecewaan mendalam terhadap lingkaran kekuasaan saat ini membuat sebagian masyarakat merasa pesimistis terhadap masa depan bangsa jika pola pemilihan tidak berubah. Akun ed_chaaan menyatakan bahwa rekam jejak pemerintahan saat ini sudah menjadi bukti nyata yang tidak terbantahkan. Ia menegaskan, "Betapa bodohnya nanti kalo rakyat masi TOLOL utk memilih yg ga kompeten ckckckck Pemerintahan ini uda bukti loh yaaaa ! Kalo masi ada milih circle2 mereka, udah lah, hopeless!! Stuck".

Bahkan, perilaku dan karakteristik psikologis dari figur pemimpin yang sedang berkuasa ikut dipertanyakan secara terbuka oleh netizen di kolom komentar. Akun lovinsilence melontarkan sebuah pertanyaan singkat mengenai indikasi gangguan kepribadian tertentu. Ia menulis, "NPD bukan sih pak?".

Respons emosional berupa kesedihan mendalam dan kepasrahan atas kondisi negara saat ini juga digambarkan melalui simbol-simbol kedukaan oleh sebagian warganet. Akun rf.dhonna mengekspresikan perasaannya tanpa kata-kata melainkan dengan menyematkan simbol visual kesedihan. Ia mengirimkan komentar, "😢😢😢".

Situasi karut-marut yang melanda berbagai sektor kehidupan bernegara ini dinilai sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan bagi keselamatan bangsa. Netizen dengan nama akun radian_tjjo menyebutkan bahwa perpaduan masalah saat ini sudah memenuhi syarat sebagai sebuah bencana bagi tanah air. Ia menulis, "Paket lengkap untuk menjadi "Bencana Nasional"".

Ungkapan rasa duka yang mendalam secara spiritual juga dipanjatkan oleh warga yang melihat arah perkembangan negara yang semakin tidak menentu. Akun fachmad123 memilih untuk menuliskan kalimat tayibah yang biasa diucapkan saat menghadapi musibah atau kematian. Ia berkomentar, "Innalillahi wainna ilaihi rojiun".

Sentimen negatif dari publik global dan pelaku pasar keuangan terhadap figur kepemimpinan nasional juga disoroti karena berdampak langsung pada stabilitas ekonomi. Akun hellohailen menyatakan bahwa pergerakan sektor pasar modal dan keuangan sangat responsif terhadap gerak-gerik sang pemimpin. Ia menulis, "Pasar aja sesensitif itu sama dia".

Dugaan penyelewengan anggaran pada program-program baru yang kontroversial menjadi pemicu utama kemarahan publik yang merasa uang rakyat telah dijarah secara masif. Akun iiniin2580 membandingkan ketidakberanian masyarakat saat ini dalam memprotes korupsi besar dibandingkan dengan aksi masa lalu. Ia menulis, "Kita ni udh ngmngin MBG ni gk jelas dan mnding stop ktanya hnya keracunan bbrp kok. Ulat itu bergizi kok. Eh bneran donk dikorupsi 1M sehari derrr . Ini bgus nya apa sih ya? Kyk demo 212 gitu lo rakyat tu beraninya dlu ahok cuma salah kalimat bisa tuh. Ini nyopet uang 1M sehari derrrrr plis lah hrus apa".

Rasa frustrasi yang mendalam atas mandeknya gerakan koreksi dari masyarakat sipil membuat situasi nasional terasa kian menyedihkan dan tanpa jalan keluar yang jelas. Akun hrrftr menggambarkan atmosfer keputusasaan tersebut melalui sebuah kalimat singkat dalam bahasa asing. Ia menyatakan, "Pathetic situation. 😫".

Tangisan fiktif dalam bentuk simbol digital kembali bermunculan sebagai representasi dari rasa sakit hati kolektif warga menyaksikan uang negara yang dikorupsi. Akun cikyballssss mengirimkan ekspresi kesedihan yang mendalam untuk menggambarkan situasi batinnya. Ia menulis, "😭😭😭".

Kesimpulan akhir dari diskusi publik ini menegaskan kembali bahwa kehancuran sistemik adalah harga mati yang harus ditanggung akibat salah memilih nakhoda pemerintahan. Akun banpunji menutup argumen dengan menyatakan bahwa ini adalah konsekuensi logis dari sebuah pilihan politik yang keliru. Ia menegaskan, "It is. This is the price for choosing someone who are not capable at all."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View post on Threads



Betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika mendapat pemimpin yang tidak kompeten, tidak amanah, tidak mau mendengarkan.



Betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika mendapat pemimpin yang tidak kompeten, tidak amanah, tidak mau mendengarkan.


Betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika mendapat pemimpin yang tidak kompeten, tidak amanah, tidak mau mendengarkan.

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung