Repelita Jakarta - Pernyataan resmi dari pihak istana mengenai keberadaan dokumen kelulusan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu gelombang polemik baru di tengah masyarakat. Kejelasan mengenai status pemenuhan syarat administratif pemilu tersebut seketika menjadi sorotan tajam di berbagai platform jejaring sosial.
Kritik publik terhadap performa komunikasi jajaran birokrasi pemerintahan mulai bermunculan setelah argumen pembelaan tersebut dirilis ke ruang publik. Tanggapan bernada sanggahan mengenai garis waktu penemuan dokumen itu salah satunya dibagikan oleh akun @regar_op0sisi.
ADVERTISEMENT
Melalui sebuah publikasi siber akun @regar_op0sisi mengunggah keresahan pribadinya pada 8 Okt 2026 yang menyatakan, "Wakil menteri sekretaris negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan: Ijazah SMA Gibran bukan tidak ada tapi belum ditemukan. Ngeri kali bapak ini. Dari sejak 6 Agustus 2019 (suket dikeluarkan dikdasmen) sampai sekarang belum ditemukan.".
Pernyataan yang dinilai kontradiktif dari perwakilan administrasi negara tersebut langsung memancing reaksi keras bernada kecaman dari kalangan peselancar internet. Protes terbuka perihal etika berbicara pejabat publik dilayangkan secara menohok oleh akun @singo_edan317.
Melalui kolom komentar tanggal 8 Okt 2026 akun @singo_edan317 menuangkan kekecewaannya dengan menulis, "Sampean wakil menteri KLO bicara jgn asal ngejeplak, sampean digaji pake duit negara duit rakyat, memalukan!!".
Selain kritikan serius rasa frustrasi publik terhadap ketidakpastian informasi ini juga disalurkan melalui balasan bernada satire oleh beberapa pengguna siber. Sindiran jenaka mengenai keterlibatan tim penyelamat nasional diungkapkan oleh pemilik akun @Syarifah0514.
Dalam unggahan komentarnya pada 8 Okt 2026 akun @Syarifah0514 memberikan saran bernada sindiran yang berbunyi, "seharusnya negara menerjunkan team SAR dari BASARNAS untuk mencari dan menemukan Ijazah Gibran.".
Ungkapan kebingungan atas kalimat pembelaan birokrat yang dianggap tidak logis juga terus mengalir deras memenuhi halaman percakapan digital. Penilaian ringkas mengenai kualitas argumen menteri tersebut dituliskan secara singkat oleh akun @difahdullah.
Melalui tulisan siber pada 8 Okt 2026 akun @difahdullah menyematkan komentar pendek yang berbunyi, "DONGO nama nya... 😂".
Hingga saat ini publik masih terus mempertanyakan transparansi autentikasi berkas pencalonan pemimpin nasional demi menjaga wibawa konstitusi negara. Ketidakjelasan nasib berkas ini dikhawatirkan akan terus menggerus tingkat kepercayaan masyarakat sipil terhadap integritas jajaran hukum tata negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Wakil menteri sekretaris negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan: Ijazah SMA Gibran bukan tidak ada tapi belum ditemukan. Ngeri kali bapak ini. Dari sejak 6 Agustus 2019 (suket dikeluarkan dikdasmen) sampai sekarang belum ditemukan. https://t.co/abBDk3adSF
— Edy Bayo Regar (@regar_op0sisi) October 8, 2026