Berita, Nasional

[VIRAL] Islah Bahrawi Mengaku Rumah Diawasi Tentara dan Aktivitasnya Dikuntit, Singgung Kembalinya Opresi Ala Orde Baru

Repelita.id

25 May 2026 16:24 WIB

[VIRAL] Islah Bahrawi Mengaku Rumah Diawasi Tentara dan Aktivitasnya Dikuntit, Singgung Kembalinya Opresi Ala Orde Baru
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengamat politik sekaligus pejuang hak-hak masyarakat, Islah Bahrawi, mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan berupa pengawasan ketat setelah kediamannya didatangi dan diawasi oleh barisan personel militer. Informasii tersebut ia bagikan secara terbuka melalui sebuah tulisan di platform digital Threads pada hari Senin, 25 Mei 2026.

Lewat penyampaian di dunia maya tersebut, Islah melayangkan sebuah aduan resmi yang ditujukan langsung kepada Kepala Negara serta pimpinan tertinggi angkatan bersenjata demi menyikapi peristiwa intimidatif yang sedang menderanya.

ADVERTISEMENT

“Ijin melapor bapak Presiden RI dan bapak Panglima TNI. Opresi ala Orde Baru telah hadir di beranda rumah saya,” tulis Islah dalam unggahannya.

Dirinya menyebutkan bahwa ada konsentrasi massa aparat berseragam yang cukup masif di sekitar area tempat tinggalnya guna memantau segala bentuk pergerakan harian di lingkungan tersebut. “Banyak tentara ‘mengepung’ rumah saya.

Mereka memetakan seisi rumah dan merekam setiap aktivitas, seolah rumah saya markas musuh yang harus dipelajari dengan seksama,” lanjutnya.

Tidak berhenti sampai pada pengawasan di sekitar kediaman saja, sosok pembela demokrasi ini juga mengklaim bahwa pergerakannya di luar ruangan terus dibayangi oleh pihak-pihak tertentu secara nonstop. “Saya dikuntit ke manapun pergi, dari pagi hingga pagi lagi,” tulisnya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Islah meyakinkan publik bahwa pergerakan yang dilakukannya selama ini murni sebagai representasi suara rakyat sipil demi tegaknya pilar-pilar keadilan dan sama sekali tidak melanggar koridor hukum negara.

“Saya hanya aktivis sipil dan pro demokrasi, bukan ‘antek asing’ atau apalagi pelaku korupsi. Negara ini seharusnya memberi proteksi, bukannya intimidasi,” sambungnya.

Hingga saat laporan naratif ini diturunkan ke meja redaksi, otoritas pertahanan nasional maupun institusi komando militer terkait belum memberikan tanggapan resmi ataupun klarifikasi komprehensif mengenai kebenaran dari keluhan yang dilemparkan oleh Islah Bahrawi tersebut.

Publikasi di ranah siber tersebut seketika mengundang gelombang atensi yang sangat besar dari kalangan peselancar internet hingga melahirkan perdebatan hangat mengenai jaminan perlindungan hak individu serta independensi berekspresi di era keterbukaan politik saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung