Repelita Jakarta - Isu penyadapan di lingkungan pejabat tinggi negara kembali memicu gejolak serta perdebatan panas warga internet di media sosial.
Munculnya tuduhan praktik penyadapan ini dikaitkan dengan riwayat kasus serupa yang dinilai pernah dialami oleh para pimpinan partai politik sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Unggahan mengenai dinamika isu penyadapan tersebut disampaikan oleh akun @pandapotanbatubara pada Selasa, 3 November 2026.
"2thn lalu ternyata nyonya banteng juga pernah dilakukan hal yang sama, "DI-SADAP" LICIKNYA SEGALA CARA DILAKUKAN HALAL/HARAM DILAKUKAN DEMI MEMPERTAHANKA #WAPRESILEGAL ? Sorry ye Negara ini negara pejuang gak bakal kalah sama londo ireng ?", tulis akun @pandapotanbatubara pada Selasa, 3 November 2026.
Sorotan warga netizen tersebut memicu beragam repons kritis yang menyasar figur-figur pejabat berpengaruh di lingkaran kekuasaan.
Kritik tajam disampaikan oleh akun @mz.14673 pada Selasa, 3 November 2026 terkait tuduhan keterlibatan mantan pejabat penting.
"Ketahuan sekarang... bahwa orang-orang jokowi dan Jokowi itu penghianat bangsa........ Tito karnavian sang mantan Kapolri jugTermul klasik kakap dia.... panglima TNI. Jg", tulis akun @mz.14673 pada Selasa, 3 November 2026.
Di sisi lain, akun @atehasan melontarkan sanggahan mengenai kebenaran informasi penangkapan jenderal polisi pada Selasa, 3 November 2026.
"Listyo gk ditangkap", tulis akun @atehasan pada Selasa, 3 November 2026.
Pemilik akun @pandapotanbatubara kemudian membalas tanggapan tersebut secara singkat pada Selasa, 3 November 2026.
"Ada saatnya", tulis akun @pandapotanbatubara pada Selasa, 3 November 2026.
Desakan proses hukum terhadap pelaku operasi ilegal juga disuarakan oleh akun @saptariadiriadi pada Selasa, 3 November 2026.
"Penjarakan si tukang sadap", tulis akun @saptariadiriadi pada Selasa, 3 November 2026.
Pemilik akun @pandapotanbatubara kembali menanyakan kaitan momen persidangan yang bakal berlangsung pada Selasa, 3 November 2026.
"Apa karna tanggal 5 disidang Atau apa?", tulis akun @pandapotanbatubara pada Selasa, 3 November 2026.
Adapun akun @fatkhurohman1979 menilai momentum ini perlu dimanfaatkan untuk pembersihan jaringan pejabat lama pada Selasa, 3 November 2026.
"Antek antek King Oslo masih banyak😅 sudah saatnya bersih bersih", tulis akun @fatkhurohman1979 pada Selasa, 3 November 2026.
Keriuhan opini publik ini memperlihatkan tingginya sensitivitas masyarakat terhadap keamanan komunikasi pejabat negara serta stabilitas politik nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads