Repelita Jakarta - Badan Gizi Nasional mengalokasikan anggaran besar untuk pembelian berbagai barang yang dinilai tidak langsung berkaitan dengan pemenuhan gizi masyarakat.
Pengadaan tersebut mencakup tablet, sepeda motor, kaos, hingga semir sepatu dengan nilai total mencapai triliunan rupiah sepanjang tahun 2025.
ADVERTISEMENT
Data dari situs Inaproc mencatat total anggaran untuk barang-barang itu mencapai Rp6,31 triliun yang dibagi dalam 1.091 paket pengadaan.
Berbagai kalangan masyarakat sipil mengkritik keras pengeluaran tersebut karena dianggap tidak relevan dengan tugas utama badan tersebut dalam meningkatkan status gizi masyarakat.
Kritik semakin menguat karena banyak item yang dibeli justru berupa barang elektronik, pakaian, dan jasa penyelenggaraan acara.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana membela kebijakan tersebut dengan menyatakan bahwa semua belanja sudah sesuai dengan kebutuhan operasional.
Ia menegaskan tidak ada unsur pemborosan dalam pengadaan barang-barang itu.
Duit pajak dari hasil kerja keras rakyat dipake sembarangan secara terang2an, dan udah diprotes sana sini ttp ga ada perubahan. Miris banget😢
Pernyataan tersebut disampaikan netizen jeromepolin melalui akun Threads-nya 12 jam lalu.
Hingga saat ini Badan Gizi Nasional belum memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kaitan langsung antara belanja tersebut dengan program pemenuhan gizi nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok