Repelita Jakarta - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, menyinggung istilah termul saat membahas perannya dalam mengantarkan Joko Widodo menjadi Presiden pada periode pertama 2014-2019.
Lantas, siapa sebenarnya yang dimaksud JK dengan istilah termul tersebut?
ADVERTISEMENT
Pengamat Politik Adi Prayitno menyebut bahwa secara umum publik telah memahami istilah termul ditujukan kepada pendukung setia Jokowi.
"Secara umum publik tahunya Termul itu sebutan untuk pendukung setia Jokowi. Entah siapa yang mempopulerkan itu yang jelas sangat populer istilah itu di jagad politik belakangan ini," kata Adi saat dihubungi pada Senin (20/4).
Menariknya, istilah ini bahkan telah masuk dalam penjelasan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Jika ditanyakan kepada AI, akan muncul penjelasan bahwa termul adalah istilah gaul politik yang merupakan singkatan dari Ternak Mulyono.
Mulyono sendiri merupakan nama kecil Jokowi yang diberikan saat ia lahir di Solo pada 21 Juni 1961.
Nama tersebut kemudian diganti menjadi Joko Widodo karena ia sering sakit-sakitan semasa kecil.
Dalam budaya Jawa, kondisi seperti itu dianggap sebagai keberatan nama.
"Bahkan kalo tanya AI soal termul akan muncul penjelasannya bahwa termul adalah istilah gaul politik yang merupakan singkatan dari Ternak Mulyono yang digunakan untuk merujuk pada pendukung loyal Jokowi. Mulyono adalah nama kecil Jokowi," jelas Adi.
Adi melihat kemunculan istilah termul sebagai bagian dari tradisi panjang pelabelan dalam politik Indonesia.
Istilah ini merupakan pergeseran dari istilah cebong dan kampret yang sebelumnya sempat menjadi simbol polarisasi politik.
Tak hanya termul, istilah lain seperti anak abah untuk pendukung Anies Baswedan juga muncul dalam diskursus politik.
"Sepertinya begitu, ada semacam pergeseran sebutan. Di negara ini sangat produktif melahirkan istilah-istilah dalam politik. Dulu ada cebong, kampret, lalu muncul istilah anak abah (untuk pendukung Anies), muncul juga istilah termul, dan lain sebagainya," tandas Adi.
Sebelumnya, JK menyampaikan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang dinilai kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Jokowi.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden," tegas JK saat menggelar media briefing di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).(*)
Editor: 91224 R-ID Elok