Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Karhutla Belum Usai, Banjir Bandang Terjang Desa Pamah Sumatera Utara

Repelita.id

01 November 2026 13:59 WIB

[VIRAL] Karhutla Belum Usai, Banjir Bandang Terjang Desa Pamah Sumatera Utara
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Bencana alam banjir bandang dilaporkan melanda wilayah permukiman penduduk di kawasan Desa Pamah, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Musibah luapan air tersembut dipicu oleh faktor tingginya intensitas curah hujan lebat yang mengguyur teritorial setempat dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai peristiwa luapan air bah di wilayah tersebut diunggah oleh akun @beritaindooo pada hari Minggu, 1 November 2026.

Pihak pengunggah menyatakan bahwa situasi darurat hidrometeorologi ini membutuhkan perhatian serta penanganan taktis segera dari seluruh unsur elemen terkait.

Akun @beritaindooo membeberkan kondisi darurat bencana alam di daerah tersebut melalui takarir medianya, "KARHUTLAR BELUM USAI, BANJIR BANDANG MELANDA SUMATRA!! Akibat curah hujan yang deras mengakibatkan banjir bandang di Desa Pamah, Kec. Tanah Pinem, Kab. Dairi - SUMATERA UTARA. Hal ini membutuhkan bantuan dari semua kalangan baik masyarakat dan pemerintah".

Munculnya musibah banjir bandang di tengah situasi pemulihan lingkungan ini seketika memantik lahirnya berbagai analisis ekologis dari warga digital.

Seorang pengguna platform menilai ada keterkaitan erat antara kerusakan area tangkapan air di hulu dengan tingginya debit aliran sungai ke hilir.

Tindakan perusakan vegetasi pelindung alam tersebut dinilai menjadi faktor utama lumpuhnya fungsi kontrol hidrologi regional saat musim penghujan tiba.

Analisis mengenai dampak kerusakan hutan daerah aliran sungai itu dipaparkan oleh akun @darmase59, "Itu banjir- bandang terdampak dari penebangan/ pembakaran hutan wilayah tengah sampai atas tidak terkendali pola pelindung bencana hidrometeorologi. Hutan wilayah atas adalah pelestari sumber mata- air dari sistem DAS- daerah aliran sungai."

Di sisi lain, trauma psikologis serta rasa kesedihan mendalam akibat rentetan bencana yang berulang turut diungkapkan oleh masyarakat di kolom komentar.

Warganet menyayangkan lambatnya pola mitigasi jangka panjang dari pemangku kebijakan, sehingga beban penderitaan masyarakat prasejahtera terus bertambah berat.

Keluhan atas minimnya penanganan konkret dari pemerintah daerah dituliskan secara emosional oleh akun @inzi_indriyati, "Sedih ga sih.. mungkin trauma tahun lalu belum hilang..bahkan belum ditangani dengan benar.Sudah dtg luka baru.Pemerintah buta banyak rakyat yg menderita."

Sebagai penutup perbincangan, solidaritas berupa doa keselamatan serta dukungan moral terus mengalir deras dari netizen untuk para korban terdampak.

Masyarakat berharap proses evakuasi dan penyaluran bantuan logistik darurat dapat segera menjangkau seluruh area permukiman yang terisolasi luapan air.

Harapan baik bagi keselamatan para warga di lokasi bencana tersebut ditegaskan secara singkat oleh akun @stevhanie1, "Stay safe semuanya 🙏".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok







View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung