Repelita Jakarta - Gelombang tuntutan dari publik mengenai desakan penurunan atau pemakzulan pemimpin di media sosial kian bergulir kencang di tengah situasi bencana kebakaran hutan.
ADVERTISEMENT
Pernyataan berbasis rujukan data tersebut diunggah oleh akun @dr_dono pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Melalui ringkasan narasi yang dibagikan ke ruang publik, dia menegaskan urgensi langkah pemakzulan dengan menulis kalimat singkat, "Data menunjukkan memang layak turun."
Pernyataan terbuka tersebut langsung memantik respon pembenaran dari aspek legalitas hukum normatif oleh kalangan warganet lainnya.
Tanggapan persetujuan itu disampaikan oleh akun @sideofmiracle dengan menuliskan sebuah komentar, "Kalau menurut undang2 mah udah sah diturunkan, dok."
Selain menyuarakan isu politik, netizen juga meluapkan kemarahan mendalam terkait abainya penanganan pencegahan bencana kabut asap musiman di daerah.
Kekecewaan publik terhadap maraknya aksi pembakaran lahan ditulis oleh akun @dwifathonah dengan isi cuitan, "Mereka tau ada peringatan el Nino tapi tetep nekat bakar hutan ðŸ˜"
Tekanan publik yang menghendaki pergantian kepemimpinan nasional terpantau terus menguat dalam ruang perbincangan siber tersebut.
Warganet melalui akun @anzila_ig ikut menegaskan persetujuan aksi itu dengan menuliskan respon singkat, "Sangatt layak turun"
Desakan untuk melakukan perlawanan nyata secara masif dan terorganisir juga mulai ditiupkan oleh pengguna jejaring internet lainnya.
Seruan penggalangan aksi tersebut disuarakan oleh akun @itskevinang dengan menuliskan komentar keras, "LANGSUNG BUAT PETITION. TUNJUKKAN RAKYAT PUNYA POWER. JANGAN CUMA GITU2 DOANG NGELUH2 DI THREAD MAICIBE"
Di tengah riuhnya tuntutan pemakzulan di dunia maya, kondisi riil di lapangan dilaporkan masih diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran lahan.
Situasi terkini bencana lingkungan tersebut dilaporkan secara ringkas oleh akun @akhmad_faisal_ dengan menulis keterangan lokasi, "Palangka Raya, KalTeng 25/10/26"(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads