Repelita Jakarta - Kekhawatiran mendalam yang pernah diungkapkan presenter Irfan Hakim terhadap sahabatnya, Raffi Ahmad, kini kembali menjadi sorotan publik.
Ungkapan emosional Irfan yang sempat meneteskan air mata karena takut rekannya terseret arus politik seolah terbukti di tengah maraknya seruan boikot.
ADVERTISEMENT
Aksi penolakan masyarakat tersebut berdampak langsung pada lini bisnis hiburan RANS Entertainment yang diselenggarakannya.
Gelaran RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 terancam sepi akibat gelombang pengunduran diri massal.
Sejumlah musisi tenar seperti OM Wawes, Guyon Waton, Masdddho, hingga grup musik Tipe-X secara terbuka membatalkan penampilan mereka di panggung hiburan tersebut.
Tidak hanya pengisi acara, sekitar 95 persen pelaku usaha kuliner dan UMKM lokal juga memilih membongkar stan mereka lebih awal.
Beberapa pemilik usaha seperti akun @kalapaa.id , @cuann.king , @donutsbun.co , Jimny Coffee, hingga Mochi Oleebe mengumumkan pembatalan keikutsertaan.
Situasi pelik ini memicu keprihatinan netizen yang langsung menggalang gerakan solidaritas untuk memborong seluruh dagangan pelaku usaha yang terdampak.
Momen kekhawatiran Irfan Hakim sendiri sebelumnya terekam saat keduanya hadir sebagai bintang tamu dalam program televisi FYP di kanal YouTube TRANS7 OFFICIAL.
Kala itu, pembawa acara Meisita Lomania membacakan pertanyaan khusus dari pemirsa mengenai perasaan Irfan selama mendampingi perjalanan karier sahabatnya.
Irfan meneteskan air mata seraya memohon agar Raffi tidak perlu melangkah terlalu jauh ke dalam ranah politik praktis.
Ia berharap suami Nagita Slavina itu cukup menikmati peran sebagai pembawa acara, pekerja seni, serta pengusaha sukses tanpa beban masalah politik.
Raffi Ahmad sendiri mengonfirmasi bahwa Irfan kerap menghubungi dirinya secara pribadi untuk memberi dukungan moral saat dihantam berbagai rumor negatif.
Sorotan publik ini bermula seusai Raffi menghadiri agenda Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pada 28 Oktober 2026.
Menanggapi gejolak kritik tersebut, Raffi memberikan klarifikasi resmi bahwa dirinya baru menerima undangan pada malam hari sebelum kegiatan berlangsung.
Ia menegaskan tidak terlibat dalam penyusunan acara maupun urusan pemasangan atribut sponsor merek tertentu di lokasi kejadian.
Ia juga menyatakan sangat menghormati kebebasan berpendapat serta aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa maupun elemen masyarakat luas.
Meski demikian, Raffi menghimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu liar yang belum terbukti kebenarannya, terutama yang menyasar anggota keluarganya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok