Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Kinerja Dedi Mulyadi Disorot, Dinilai Lebih Sibuk Ngonten Daripada Atasi Pengangguran Jawa Barat

Repelita.id

29 August 2026 18:39 WIB

[VIRAL] Kinerja Dedi Mulyadi Disorot, Dinilai Lebih Sibuk Ngonten Daripada Atasi Pengangguran Jawa Barat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Sorotan kritis terhadap kinerja kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengemuka di platform media sosial.

Kritik tajam mengenai berbagai persoalan di Jawa Barat tersebut diunggah oleh akun @djodybukanjodi

ADVERTISEMENT

pada tanggal 29 Agustus 2026.

Pemilik akun mempertanyakan prioritas kerja sang gubernur yang dinilai lebih memilih kunjungan luar daerah ketimbang membenahi permasalahan mendasar di wilayahnya.

Ulasan kritis tersebut disampaikan oleh @djodybukanjodi

dengan membagikan pandangannya, "Sang Gubernur sibuk klarifikasi, tapi data yang bersaksi. Terbang ke NTT layak diapresiasi, tapi Jabar juga butuh atensi. Pengangguran 1,81 juta — tertinggi se-Jawa. Miskin 3,55 juta. Banjir 168 kejadian. Bandung termacet se-Indonesia. Ir. Djody Satriani mengkritik: Jabar tidak kekurangan konten, yang kurang itu hasil. Ruang publik Depok pun dipoles simbol yang jauh dari akar Betawi dan keislaman warganya. Menurut kalian bagaimana der? #dedimulyadi #kdm #JawaBarat #Depok #PerisaiDepok".

Rangkaian angka kemiskinan, tingkat pengangguran, hingga persoalan tata ruang kota menjadi fokus utama sindiran terhadap jalannya roda pemerintahan provinsi.

Unggahan tersebut lantas memicu tanggapan sinis dari pengguna media sosial mengenai aksi pencitraan pejabat publik.

Akun @frs.008

memberikan tanggapannya pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan komentar, "Ngurusin itu mah repot, mnding ke lokasi bencana yg jauh aja biar lmgsung viral, wkwkw".

Cuitan tersebut dibalas langsung oleh pemilik akun @djodybukanjodi

pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan menuliskan, "Iya exposure Dan engagement nya banyak".

Sebagian pengguna internet lain menilai tanggung jawab pembangunan daerah tidak sepenuhnya berada di tangan kepala daerah tingkat provinsi.

Pandangan berimbang disampaikan oleh akun @rizal_goeltom

pada tanggal 29 Agustus 2026 melalui pernyataannya, "Menurut saya walikota dan bupati di kota masing masing yang bergerak, jangan ngandelin gubernur mulu, percuma dipilih jadi walikota atau bupati kalo gak ada hasilnya.".

Pembelaan terhadap kinerja gubernur juga datang dari akun @klsx_hijkl

pada tanggal 29 Agustus 2026 yang menuliskan komentar panjang, "Hadeuh..omongan lu sm kaya pengamat terkenal adi prayitno,dan dia jd ayam sayur setelah di kasih data sm kdm...kdm br 1,6 tahun bro,bukan tuhan yg bisa ngerubah kaya sulap..tp semua ada progresnya..terbukti kenaikan ipm jabar 2025 tertinggi nasional".

Pemilik akun @djodybukanjodi

kembali membalas sanggahan tersebut pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan menuliskan, "1 tahun lebih itu lama".

Perdebatan publik juga meluas hingga ke persoalan estetika dan simbolisme pembangunan ruang terbuka hijau di wilayah Depok.

Kritik tajam mengenai dekorasi pohon disampaikan oleh akun @kameradtan

pada tanggal 29 Agustus 2026 melalui cuitannya, "yg nyarungin pohon di depok, fix goblo k, pohon ga butuh sarung, pohon butuh ruang untuk bertumbuh,tidak dipaku2,tidak dirusak".

Akun @djodybukanjodi

menanggapi cuitan tersebut pada tanggal 29 Agustus 2026 dengan memberikan keterangan, "Budaya hindu bang. Sunda wiwitan juga".

Tudingan mengenai motif politik di balik kritik terhadap pemerintah daerah diutarakan oleh akun @mrhendrasetiawan

pada tanggal 29 Agustus 2026 melalui tulisannya, "perisai Depok... LSM cari makan dr nyinyir pimpinan... bilang aj ga kebagian "jatah preman"".

Diskusi terbuka di media sosial tersebut diakhiri dengan balasan dari akun @djodybukanjodi

pada tanggal 29 Agustus 2026 yang menuliskan singkat, "Masa si".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung