Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Konten Kreator Jerhemy Owen Tebang Sepuluh Hektare Perkebunan Kelapa Sawit Ilegal Di Hutan Lindung Aceh Tamiang

Repelita.id

25 October 2026 17:53 WIB

[VIRAL] Konten Kreator Jerhemy Owen Tebang Sepuluh Hektare Perkebunan Kelapa Sawit Ilegal Di Hutan Lindung Aceh Tamiang
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Aksi restorasi lingkungan yang digagas oleh pembuat konten digital Jerhemy Owen menarik perhatian publik setelah dirinya melakukan penebangan vegetasi kelapa sawit seluas sepuluh hektare.

ADVERTISEMENT

Langkah pembersihan tanaman monokultur tersebut dipastikan sebagai sebuah tindakan legal yang telah mengantongi izin resmi dari otoritas terkait.

Program pemulihan kawasan yang mengusung tajuk "Wenanam Sumatra" ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan alam yang sempat rusak.

Kegiatan penebangan terpaksa diambil lantaran komoditas tersebut ditanam secara ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab di dalam area Hutan Lindung Tenggulun, Kabupaten Aceh Tamiang.

Diperkirakan terdapat sekitar seribu tiga ratus pohon sawit yang tumbuh secara tidak sah di dalam wilayah konservasi paruh-paruh bumi tersebut.

Dalam menjalankan misi pembersihan lahan hutan ini, Jerhemy Owen dipastikan tidak bergerak sendirian di lapangan.

Proses penertiban tanaman ilegal tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama dengan masyarakat lokal setempat.

Otoritas kehutanan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Tujuh Aceh serta organisasi lingkungan Forum Konservasi Leuser dan WWF Indonesia turut mengawal jalannya aksi restorasi.

Secara ilmiah, keberadaan kelapa sawit dinilai merusak struktur tanah lindung serta memiliki tingkat konsumsi air yang sangat tinggi.

Karakteristik tanaman tersebut tidak dapat menggantikan peran pohon hutan alami dalam menyerap air, sehingga keberadaannya justru memperbesar risiko banjir bandang serta tanah longsor.

Setelah seluruh area berhasil dibersihkan dari tanaman ilegal, otoritas bersama para relawan akan melakukan pemulihan ekosistem secara bertahap.

Skema penghijauan kembali ini menargetkan penanaman lebih dari dua ratus lima puluh ribu bibit pohon baru di atas lahan bekas perkebunan tersebut.

Pendanaan proyek lingkungan ini disokong penuh oleh donasi publik yang berhasil mengumpulkan dana bantuan lebih dari satu koma lima miliar rupiah.

Alokasi dana tersebut digunakan untuk menanam pohon pionir jenis bambu serta tanaman agroforestri yang ramah terhadap habitat satwa liar seperti Gajah Sumatera.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung