Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Kopassus Cap Hoaks Isu Teddy Digampar Pangkopassus, Narasi Viral Disebut Karangan Bohong

Repelita.id

21 April 2026 16:50 WIB

[VIRAL] Kopassus Cap Hoaks Isu Teddy Digampar Pangkopassus, Narasi Viral Disebut Karangan Bohong
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Informasi yang menyebut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya digampar oleh Panglima Komando Pasukan Khusus Letjen TNI Djon Afriandi beredar luas di media sosial.

Melalui akun Instagram resmi @penkopassus, informasi tersebut secara tegas dilabeli sebagai hoaks atau berita bohong.

ADVERTISEMENT

Akun pasukan baret merah itu mengunggah dua kali label hoaks pada Selasa, 21 April 2026 siang.

"Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana, narasi ini mengklaim adanya keributan Pangkopassus dan pihak protokoler," demikian keterangan @penkopassus.

Akun tersebut menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan hanya karangan belaka.

“Faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid, informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah soliditas internal institusi negara," terangnya.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi langsung dari Letjen TNI Djon Afriandi terkait isu yang menyeret namanya.

Begitu pula dari Teddy Indra Wijaya yang disebut-sebut sebagai korban dalam narasi hoaks tersebut.

Informasi yang dilabeli hoaks itu pertama kali disebarkan oleh akun Threads @retailman69 melalui beberapa unggahan.

Akun tersebut menuliskan bahwa dirinya mendapat informasi dari seseorang di lingkaran dalam Istana.

"Dengar informasi bunted digampar ga?! Isuenya dia digampar sama Sjafrie. Gw tadi pagi ketemu orang ring 1 istana yang kebetulan ada disana pas kejadian, dan itu bukan Sjafrie," tulis akun tersebut.

Narasi itu kemudian melanjutkan dengan cerita detail tentang pertemuan yang tidak pernah terjadi.

Disebutkan bahwa beberapa hari lalu Pangkopassus dijadwalkan bertemu presiden dengan durasi 30 menit.

Saat datang ke Istana, alih-alih langsung diarahkan ke ruangan, ia justru disuruh duduk di ruang tunggu oleh pihak protokoler.

Pangkopassus disebut menunggu sampai 20 menit dengan sisa waktu tinggal 5-10 menit.

Tiba-tiba Prabowo keluar dari ruang kerjanya dan melihat Djon Afriandi masih duduk di ruang tunggu.

"Ditegur keraslah sama Prabowo: Kau gimana ada janji bertemu saya malah duduk duduk disitu, jendral apa kau!" tulis narasi tersebut.

Prabowo disebut semakin marah dan berteriak di dalam ruang kerjanya di sisa waktu yang tinggal sedikit.

Djon Afriandi hanya bisa bereaksi dengan ucapan "siap bapak presiden" meskipun hatinya marah besar.

Setelah keluar ruangan dengan muka merah, ia langsung mencari si bunted yang tidak lain adalah Teddy Indra Wijaya.

Begitu bertemu, tanpa basa-basi ia langsung menggampar sambil berkata "kamu anak kecil mainin saya hah!".

Narasi tersebut juga menyebut bahwa Teddy dulunya berasal dari Kopassus sehingga secara almamater ia adalah junior Pangkopassus.

Kejadian ini disebut hanya diketahui oleh kalangan terbatas di ring 1 Istana dan para perwira tinggi elit TNI.

Akun tersebut mengklaim bahwa insiden ini membuat para jenderal memiliki keberanian untuk bersuara.

Tadinya semua segan kepada Teddy karena ia memiliki jalur pintas langsung ke Prabowo.

Pelaku yang disebut memberikan ganjaran bukanlah Sjafrie, melainkan Letjen Djon Afriandi yang dilantik Prabowo sebagai Pangkopassus pada 10 Agustus 2025.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung