Repelita Jakarta - Pernyataan mengenai kritik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali menjadi perbincangan di media sosial.
Perbincangan itu muncul setelah akun @fakta.tengah mengunggah sebuah pernyataan pada Senin, 21 September 2026.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan tersebut, akun @fakta.tengah menyebut Wowok memberikan penilaian terhadap profesor yang menyampaikan kritik mengenai program MBG.
Menurut unggahan itu, profesor yang mengkritik MBG disebut sebagai orang yang “saking pintarnya jadi goblok”.
Unggahan tersebut kemudian mempertanyakan alasan kritik dari kalangan akademisi justru mendapat tanggapan bernada mencemooh.
Akun tersebut juga menyinggung bahwa seorang guru besar yang telah lama mempelajari persoalan gizi dan kebijakan publik seharusnya dapat menyampaikan pandangan terkait program tersebut.
Dalam unggahannya, akun @fakta.tengah menuliskan kritik terhadap perbedaan penerimaan terhadap pendapat berdasarkan keahlian masing-masing pihak.
"Kritik dari profesor ditolak, tapi suara orang yang bukan ahli gizi, bukan chef, dan bukan pakar supply chain malah didengar. 😭", tulis akun @fakta.tengah.
Akun tersebut kemudian mengaitkan persoalan itu dengan narasi mengenai penggunaan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan program MBG.
"Katanya mau berbasis ilmu. Tapi ketika ilmunya berbeda pendapat, yang diserang justru orangnya.", tulis akun @fakta.tengah.
Unggahan tersebut mendapat beragam respons dari pengguna Threads yang membahas kualitas perencanaan serta pelaksanaan program MBG.
Salah satu tanggapan datang dari akun @iraagg96 pada Senin, 21 September 2026.
"Kalau program kalian itu matang di desain nya, harusnya gak ada kejadian keracunan, itu, amatiran namanya.", tulis akun @iraagg96.
Komentar bernada keras juga muncul dari akun @fimala_aaya, meski sebagian kata dalam pernyataan tersebut menggunakan penyamaran karakter.
"EMANG LU PANTES DI MAKI MAKI GOB** ANJ*** GENT NGACA SEN", tulis akun @fimala_aaya.
Sementara itu, akun @rahmi.a.nova turut memberikan tanggapan singkat terhadap pernyataan yang menjadi perbincangan tersebut.
"nggak ngotak luuu", tulis akun @rahmi.a.nova.
Respons lainnya disampaikan akun @riytami yang mempertanyakan maksud pernyataan serta penilaian terhadap keberhasilan program.
"Dia tau mana diejek? mana program yang gagal nga sih?", tulis akun @riytami.
Perdebatan tersebut kemudian berlanjut di kolom komentar unggahan akun @fakta.tengah.
Menanggapi salah satu komentar, akun @fakta.tengah menuliskan respons singkat mengenai sosok yang sedang dibahas.
"npd kak, dia gak pernah salah kayaknya", tulis akun @fakta.tengah.
Selain unggahan mengenai kritik terhadap MBG, akun @fakta.tengah juga mengunggah konten lain yang mengajak masyarakat membiasakan anak membawa bekal dan tumbler dari rumah.
Namun, unggahan tersebut disertai tautan promosi produk sehingga tidak berkaitan langsung dengan pokok perdebatan mengenai kritik terhadap program MBG dan tidak menjadi bagian dari pemberitaan ini.
Perdebatan di media sosial tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan pengguna mengenai kritik akademisi, perencanaan program, serta pelaksanaan MBG.
Adapun pernyataan mengenai sosok Wowok dalam unggahan awal merupakan informasi yang disampaikan oleh akun media sosial tersebut dan tidak disertai keterangan tambahan mengenai konteks lengkap pernyataannya dalam materi yang tersedia.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads