Repelita Jakarta - Politikus Mohamad Guntur Romli melayangkan kritik tajam terhadap metode pembuktian yang dihadirkan oleh barisan pendukung otoritas kekuasaan lama dalam sebuah persidangan resmi.
ADVERTISEMENT
Dirinya menilai bahwa kubu tersebut kembali melakukan langkah keliru yang justru merugikan posisi hukum mereka sendiri di hadapan majelis hakim.
Pernyataan yang menyoroti kejanggalan kesaksian pembuktian berkas tersebut disebarluaskan melalui unggahan akun @gunromli pada tanggal 17 Oktober 2026.
"Kubu Jokowi Gibran yang Terus Cetak Gol Bunuh Diri. Saksinya Rasa Netizen. Ahlinya Rasa Lawan." tulis akun @gunromli membuka pandangan hukumnya.
Ia menyindir adanya pergeseran standar pembuktian hukum yang sangat tidak lazim dalam sejarah peradilan di tanah air belakangan ini.
"Kubu Jokowi–Gibran baru saja menemukan standar pembuktian baru dlm sejarah hukum Indonesia: cukup buka internet, lalu bersaksi." sindir akun @gunromli.
Secara spesifik, sang politikus menyoroti pengakuan salah satu saksi bernama Andi Azwan mengenai keabsahan dokumen kelulusan mantan kepala negara.
"Andi Azwan dgn gagah mengaku di persidangan hanya melihat scan ijazah Jokowi dari internet." ungkap akun @gunromli heran.
Dirinya menyayangkan sikap saksi yang merasa sangat yakin atas keaslian sebuah berkas tanpa pernah memeriksa fisik dokumen tersebut secara langsung.
"Luar biasa. Tak pernah melihat aslinya, tak pernah memegangnya, tapi yakin seratus persen. 😂😂😂" tulis akun @gunromli.
Rangkaian kalimat kritik tersebut seketika memicu perdebatan sengit serta beragam komentar emosional dari para pengguna internet lainnya.
Seorang warganet dengan nama akun @insafan_luaha melayangkan sindiran mengenai fokus kritik sang politikus yang dinilai terlalu terpaku pada satu figur.
"Romli hidupmu hari hari kebayang bayang Jokowi terus kah 😂" tulis akun @insafan_luaha di kolom komentar.
Tudingan mengenai standar ganda serta ketidakonsistenan sikap dalam menilai keabsahan dokumen siber juga dilontarkan oleh pengguna lain.
"Yang liat di internet terus bilang palsu anda bela sampai mati. Yang bilang asli setelah liat di internet anda bully. Benar2 manusia MUNAFIK..!!!" serang akun @evelynmeutia sengit.
Sebaliknya, dukungan keras yang mendesak dilakukannya proses hukum dan diskualifikasi terhadap pasangan pejabat tersebut disuarakan warganet.
"Mari tangkap dan adili jokowi. Diskualifikasi gibran aib bangsa Indonesia." tulis akun @mhdzainuddin1968 geram.
Cibiran singkat mengenai rendahnya basis persentase dukungan kelompok pengkritik turut ditambahkan oleh salah satu pengguna internet.
"Basi lho, cuma 16% banyak tingkah" tulis akun @sena.tpz31.
Penggunaan istilah ejekan politik untuk menyudutkan tingkat intelektualitas loyalis kekuasaan terdahulu muncul pula dalam respons siber.
"Termul tdk cerdas" cibir akun @isdarmawan_gane.
Di sisi lain, ungkapan kecintaan dan loyalitas mendalam terhadap figur mantan presiden diekspresikan secara terbuka oleh pendukung setianya.
"We love Jokowi!! 🤩🥰😍❤️🤍❤️🤍❤️🤍" tulis akun @rahayupinasti memberikan pembelaan.
Komentar penutup dari netizen lainnya melayangkan sindiran pendek untuk menggambarkan luapan emosi berlebihan dari sang politikus di ruang digital.
"Tantrum" tulis akun @faisalichank99.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads