Berita, Nasional

[VIRAL] Lagu pendukung Prabowo '2019 ganti presiden' usai kenaikan harga BBM Pertamax

Repelita.id

12 June 2026 20:21 WIB

[VIRAL] Lagu pendukung Prabowo '2019 ganti presiden' usai kenaikan harga BBM Pertamax
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Rekaman lagu bernada politis berjudul 2019 Ganti Presiden kembali beredar luas di media sosial sebagai simbol kekecewaan warga pasca kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Gelombang protes digital ini memuncak setelah pemerintah resmi menetapkan harga baru Pertamax sebesar Rp 16.250 yang berlaku mulai Rabu (10/6/2026).

ADVERTISEMENT

Warganet menggunakan lirik lagu tersebut untuk menyuarakan keresahan atas kebijakan ekonomi yang dinilai kian memberatkan daya beli masyarakat.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melihat fenomena viralnya lagu itu sebagai bentuk nyata dari kegelisahan publik di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

Meski demikian, Hasto mengingatkan bahwa masa jabatan presiden sudah diatur secara konstitusional dalam periode lima tahunan.

“Ya sebenarnya kan dengan presiden dipilih langsung oleh rakyat, maka mandat dari presiden itu fixed dalam lima tahun. Kecuali ada pelanggaran terhadap konstitusi. Itu sistem politik yang kita anut,” ujar Hasto di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Dirinya juga menyoroti potensi dampak buruk kenaikan harga BBM terhadap daya beli kelompok kelas menengah yang tengah tertekan.

Hasto berpendapat bahwa pemerintah seharusnya menempuh opsi penghematan anggaran sebelum memutuskan untuk menaikkan harga energi yang menyentuh hajat orang banyak.

“Ya kalau kita lihat ini kan sebagaimana diungkapkan salah satu media, ini kan mengguncangkan kelas menengah,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pemerintah untuk lebih terbuka terhadap kritik dan segera melakukan perbaikan internal dalam tata kelola keuangan negara.

“Banyak kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan seperti konsolidasi fiskal, gerakan penghematan secara nasional, pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, kritik terhadap MBG yang ternyata juga banyak korupsi di dalam program populis tersebut, ini yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh pemerintah,” pungkasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung