Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Mahasiswa Indonesia Bongkar Listrik di Iran Cuma Rp5 Ribu per Bulan Saat Perang, Kualitasnya Tak Kalah dari Indonesia

Repelita.id

10 April 2026 22:59 WIB

[VIRAL]   Mahasiswa Indonesia Bongkar Listrik di Iran Cuma Rp5 Ribu per Bulan Saat Perang, Kualitasnya Tak Kalah dari Indonesia
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Viral di media sosial, seorang mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Indonesia (HPI) Iran membongkar fakta mengejutkan tentang biaya listrik di Negeri Persia yang hanya sekitar Rp5.000 per bulan, bahkan di tengah situasi perang.

Informasi ini diungkap melalui akun TikTok @menujuperubahanre dan Instagram HPI Iran, di mana mereka mendatangi langsung rumah pelajar Indonesia di Iran untuk mengecek tagihan utilitas .

ADVERTISEMENT

Dalam video yang viral tersebut, tim dari Himpunan Pelajar Iran melakukan pengecekan terhadap biaya hidup, khususnya tagihan listrik, air, dan gas di saat konflik berlangsung .

Berdasarkan tagihan yang diperlihatkan, biaya listrik untuk periode dua bulan hanya tercatat sekitar 83 Tuman atau setara dengan Rp10.000, sehingga per bulannya hanya Rp5.000 .

Sementara itu, tagihan air untuk dua bulan sebesar 185 Tuman atau sekitar Rp20.000, yang berarti per bulannya hanya Rp10.000 .

Untuk gas yang disalurkan melalui jaringan pipa langsung ke rumah-rumah, estimasi biayanya sekitar 600 Tuman untuk tiga bulan atau Rp22.000 per bulan .

Yang paling menarik perhatian publik adalah kualitas kelistrikan yang stabil meskipun biayanya sangat murah.

Mahasiswa tersebut mengungkapkan bahwa daya listrik di rumahnya mencapai sekitar 5000 watt, sehingga semua perangkat elektronik seperti AC, kulkas, mesin cuci, dan setrika bisa dinyalakan bersamaan tanpa menyebabkan listrik padam .

"Kalau di Indonesia kita menyalakan AC, kulkas, mesin cuci secara bersamaan itu bakal jeglek. Tapi kalau di sini ndak," ujar mahasiswa tersebut dalam videonya .

Sistem pembayaran tagihan di Iran juga dinilai sangat modern dan praktis karena warga menerima SMS langsung dari pemerintah yang berisi rincian tagihan sekaligus tautan pembayaran online .

Yang paling membuat publik terkejut adalah fakta bahwa di tengah perang yang telah berlangsung lebih dari satu bulan, pasokan listrik dan gas tetap stabil tanpa gangguan berarti .

"Kalau selama perang yang sudah 32 hari ini, semuanya aman, lancar tetap kayak seperti biasanya. Hari normal ya," tegas mahasiswa tersebut saat ditanya tentang kemungkinan pemadaman .

Kesaksian viral ini langsung memicu beragam reaksi dari warganet Indonesia yang membandingkan dengan kondisi kelistrikan di Tanah Air.

Banyak warganet yang menyoroti ironi di mana Iran yang sedang berperang dan terkena embargo ekonomi justru mampu menyediakan listrik murah dan stabil bagi rakyatnya .

Di sisi lain, meskipun biaya utilitas sangat terjangkau, Iran tetap memberlakukan sanksi tegas bagi warganya yang berkhianat pada negara, termasuk penyitaan aset bagi yang membelot ke Amerika Serikat .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung